Jakarta, (ANTARA) - Pakar politik Firman Noor mengatakan hasil verifikasi peserta Pemilu 2014 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan bahwa masih banyak partai politik yang belum siap berkompetisi dalam pemilu. "Hasil verifikasi itu membuktikan bahwa masih banyak partai politik yang belum memenuhi persyaratan dan siap menjadi pemilu, atau bahasa kasarnya, partai abal-abal," kata Firman Noor dihubungi di Jakarta, Selasa. Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu mengatakan selama 14 tahun setelah reformasi masih banyak partai politik yang tidak memiliki massa dan pendukung hingga akar rumput. Padahal secara teoritis, kata dia, partai politik memiliki salah satu fungsi sebagai wadah pendidikan politis bagi masyarakat. Menurut dia, partai politik tidak akan bisa menjalankan fungsinya bila tidak mengakar rumput. "Hasil verifikasi KPU menunjukkan hanya ada beberapa partai yang serius menjadi peserta pemilu. Memang hasil itu masih bisa diperdebatkan, tetapi menurut saya prosesnya sudah berjalan objektif," tuturnya. Sebelumnya, KPU telah menetapkan 10 partai politik yang menjadi peserta Pemilu 2014 dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi partai politik di kantor KPU Jakarta pada Senin (7/1) malam hingga Selasa dini hari. Ketua KPU Husni Kamil Manik menyatakan bahwa 24 partai politik tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi peserta Pemilu 2014. "Perubahan keputusan ini dapat dilakukan berdasarkan keputusan Badan Pengawas Pemilu, putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara atau putusan Mahkamah Agung," kata Husni Kamil Malik membacakan ketetapan. Partai politik yang dinyatakan lolos verifikasi menjadi peserta Pemilu 2014 adalah Partai Amanat Nasional, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Golongan Karya, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasdem dan Partai Persatuan Pembangunan. (*/jno)