Labfor Polri Amankan Bukti Kebakaran Pasar Johar
Senin, 11 Mei 2015 15:30 WIB
Semarang, (Antara) - Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Semarang mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait dengan penyebab kebakaran Pasar Johar pada Sabtu (9/5).
Tim yang dipimpin langsung Kepala Mabes Polri Cabang Semarang Komisaris Besar Setijani Dwi Astuti melakukan olah tempat kejadian di Pasar Johar, Senin.
Dalam olah tempat kejadian tersebut, petugas Labfor memeriksa kios yang berada di bagian paling timur Pasar Johar.
Pemeriksaan kemudian dilakukan di lokasi lain di sekitar kios yang diduga sebagai awal terjadinya kebakaran.
"Kami juga sudah cek di lantai dua. Ada satu tempat yang diduga pertama kali (muncul titik api, red.)," kata Setijani.
Sejumlah barang bukti yang diamankan tersebut antara lain KWH meter, kabel-kabel bekas terbakar, motor kipas angin, serta abu di sejumlah titik.
Sejumlah barang bukti tersebut akan diteliti secara ilmiah di laboratorium forensik.
Ia menuturkan hasil pemeriksaan tersebut akan secepatnya disampaikan kepada publik.
"Akan diprioritaskan, paling tidak butuh satu hingga dua hari," katanya.
Dalam penyelidikan tersebut, polisi juga sudah memeriksa dua saksi, masing-masing salah seorang pemilik kios serta penjaga pasar.
Sebelumnya, kebakaran menghanguskan ribuan kios Pasar Johar Semarang pada Sabtu (9/5) malam.
Pasar yang dibangun tahun 1937 tersebut merupakan hasil rancangan arsitek asal Belanda Thomas Karsten.
Kebakaran Pasar Johar tersebut menyebabkan sekitar 4.000 pedagang dan pekerja terkait kehilangan mata pencarian. Nilai kerugian diduga mencapai ratusan miliar rupiah.
Saat ini Pemkot Semarang tengah menyiapkan pasar darurat untuk menampung ribuan pedagang.
Tim yang dipimpin langsung Kepala Mabes Polri Cabang Semarang Komisaris Besar Setijani Dwi Astuti melakukan olah tempat kejadian di Pasar Johar, Senin.
Dalam olah tempat kejadian tersebut, petugas Labfor memeriksa kios yang berada di bagian paling timur Pasar Johar.
Pemeriksaan kemudian dilakukan di lokasi lain di sekitar kios yang diduga sebagai awal terjadinya kebakaran.
"Kami juga sudah cek di lantai dua. Ada satu tempat yang diduga pertama kali (muncul titik api, red.)," kata Setijani.
Sejumlah barang bukti yang diamankan tersebut antara lain KWH meter, kabel-kabel bekas terbakar, motor kipas angin, serta abu di sejumlah titik.
Sejumlah barang bukti tersebut akan diteliti secara ilmiah di laboratorium forensik.
Ia menuturkan hasil pemeriksaan tersebut akan secepatnya disampaikan kepada publik.
"Akan diprioritaskan, paling tidak butuh satu hingga dua hari," katanya.
Dalam penyelidikan tersebut, polisi juga sudah memeriksa dua saksi, masing-masing salah seorang pemilik kios serta penjaga pasar.
Sebelumnya, kebakaran menghanguskan ribuan kios Pasar Johar Semarang pada Sabtu (9/5) malam.
Pasar yang dibangun tahun 1937 tersebut merupakan hasil rancangan arsitek asal Belanda Thomas Karsten.
Kebakaran Pasar Johar tersebut menyebabkan sekitar 4.000 pedagang dan pekerja terkait kehilangan mata pencarian. Nilai kerugian diduga mencapai ratusan miliar rupiah.
Saat ini Pemkot Semarang tengah menyiapkan pasar darurat untuk menampung ribuan pedagang.
Pewarta : I.C.Senjaya
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Reformasi Kultural: Polri Menuju Institusi Sipil yang Memihak Masyarakat.
11 February 2026 19:49 WIB
Polri bangun dua jembatan bailey di Agam permudah akses warga pascabencana
07 February 2026 13:40 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018