Jakarta, (Antara) - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) pada tahun 2015 melebarkan sayap ke luar negeri dengan masuk ke Arab Saudi untuk mengerjakan proyek pembangunan hotel di kawasan Masjidil Haram, Mekkah, dengan nilai kontrak sekitar 40 juta dolar AS.
"Tahun ini WIKA sudah mulai mendapatkan kontrak proyek di Arab Saudi. Sebelumnya kami sudah masuk di empat negara yaitu Aljazair, Myanmar, Malaysia dan Timor Leste," kata Direktur Operasi WIKA Destiawan Soemardjono, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan WIKA, di Jakarta, Rabu.
Menurut Destiawan, pembukaan cabang WIKA di Arab Saudi sejalan dengan banyaknya permintaan dari negara tersebut untuk pembangunan properti maupun infrastruktur jalan.
"Mulai akhir tahun 2015, WIKA akan membangun beberapa menara hotel, dengan masa pengerjaan sekitar 2 tahun," ujarnya.
Ia menjelaskan, selain itu WIKA juga mendapat tawaran di Arab Saudi membangun "mass rapid transportation" (MRT) di sana.
"Kami sudah mempersiapkan pendaftaran pembuatan perusahaan atas izin badan penanaman modal Arab Saudi. Kami menjajaki pembangunan pabrik beton pracetak (precast) banyak pendapatkan tawaran proyek di negeri tersebut," ujarnya.
Hal yang sama juga sedang dilakukan WIKA di Myanmar untuk membangun menara dengan nilai proyek investasi sekitar 120 juta dolar AS.
Di Timor Leste juga merupakan negara yang sudah dimasuki WIKA dengan menyasar pembangunan bandara, pembangunan empat jembatan dengan nilai proyek berkisar 30-40 juta dolar AS.
Adapun di Malaysia, sudah dalam tahap negosiasi ulang proses tender pembangunan 9 menara apartemen.
Proyek lainnya yang sedang digarap, yaitu pembangunan tiga menara rumah susun di Aljazair dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun.
"Saya rasa ekspansi WIKA di enam negara untuk sementara sudah cukup. Peluang sangat besar tapi WIKA memilih menjalankan sikap kehati-hatian, jangan sampai proyek tersebut justru membuat rugi perusahaan," kata Destiawan.
Ia menjelaskan, kontribusi WIKA cabang luar negeri selama ini masih relatif kecil atau berkisar 5 persen terhadap pendapatan perusahaan pada tahun 2014.
"Tahun ini (2015) target kontribusinya tetap 5 persen, namun kapasitas bisnisnya yang diperbesar," ujarnya.
Pada tahun 2015 WIKA menargetkan total kontrak yang dihadapi sebesar Rp54,9 triliun, terdiri atas target kontrak baru Rp31,64 triliun, dan "carry over" (peralihan) dari 2014 sebesar Rp22,75 triliun.
Komposisi perolehan kontrak baru WIKA 2015 tersebut berasal dari proyek pemerintah sebesar 52,02 persen, BUMN 22,17 persen dan swasta 25,21 persen.
Sementara hingga pekan III April 2015, pencapaian kontrak baru WIKA mencapai Rp4,43 triliun atau 13,99 persen dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp31,64 triliun. (*)