Padang, (Antara) - Sebanyak 14 perguruan tinggi nasional meraih klaster mandiri dalam penelitian berdasarkan penilaian Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Hal itu disampaikan Direktur DP2M Agus Subekti saat memberikan pemaparan tentang penelitian dan pengabdian masyarakat kepada segenap pimpinan dan dosen perguruan tinggi se-Sumatera Barat (Sumbar) di kampus Universitas Andalas (Unand) Padang, Rabu. Dia menyebutkan 14 perguruan tinggi peraih klaster mandiri tersebut antara lain IPB Bogor, ITB Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, termasuk Unand. Menurutnya, kriteria suatu perguruan tinggi mendapatkan predikat mandiri dalam penelitian yakni berdasarkan sumber daya, manajemen, keluaran, dan aplikasi di masyarakat. Keempatbelas perguruan tinggi tersebut telah memiliki empat kriteria tersebut dengan nilai atau bintang di atas tiga, imbuhnya. Bahkan, katanya, dari 14 perguruan tinggi tersebut terdapat empat universitas yang berpredikat mandiri atas atau lebih dari tiga bintang. Hal ini memberi arti kesemua perguruan tinggi ini telah memiliki nilai yang tinggi dari keempat kriteria tersebut. "Perguruan tinggi yang masih dalam tahap atau belum melengkapi empat kritera ini tergolong klaster utama, madya, dan pembina," katanya. Dia menyebutkan, saat ini untuk klaster penelitian utama sebanyak 36 perguruan tinggi, madya 79 perguruan tinggi, dan sebagian besar merupakan pembina. Meskipun begitu, katanya, dengan pembenahan di segala aspek perguruan tinggi di klaster bawah ini akan mencapai mandiri. "Pencapaian klaster mandiri dalam penelitian perguruan tinggi ini mengalami peningkatan dari tahun dua ribu tujuh lalu," katanya. Ia mengatakan, penambahan ini akan berlangsung seiring dengan meningkatnya penelitian dari banyak perguruan tinggi di Indonesia, terutama meningkat dalam hal penciptaan beragam inovasi baru dan produktivitas publikasi ilmiah Internasional. Sementara itu, Rektor Unand Werry Darta Taifur menambahkan, bahwa perguruan tinggi yang mencapai klaster mandiri hanya menghasilkan karya ilmiah yang sebatas penelitian. Menurutnya, perguruan tinggi tersebut harus juga menghasilkan produk yang teraplikasi nyata di tengah masyarakat. Khusus untuk Unand, katanya, saat ini sedang mengembangkan penelitian yang inovatif dan memiliki karakteristik tersendiri. "Semisal penelitian gambir atau gandum yang saat ini menjadi andalan Unand di tingkat nasional maupun internasional," katanya. (*/den)