Wakil Ketua KY: Mahkamah Etika Sudah Mendesak
Minggu, 8 Maret 2015 9:51 WIB
Padang, (Antara) - Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Taufiqurrohman Syahuri menilai pembentukan Mahkamah Etika dalam menegakkan kode etik penyelenggara pemerintahan secara terstruktur, terpusat dan mengikat bagi semua aparatur negara sudah mendesak.
"Hukum lahir dari nilai-nilai etika, penegakan hukum secara komprehensif tidak bisa dilaksanakan, tanpa diiringi penegakan nilai-nilai etika yang sudah melekat pada bangsa ini sejak dulu," katanya di Padang, Minggu.
Dia mengatakan, di beberapa lembaga negara, baik eksekutif, legislatif dan yudikatif dari pusat sampai daerah pada prinsipnya sudah memiliki regulasi etika masing-masing.
"Karena penerapannya dilakukan secara internal menyebabkan tujuan pemberlakuan kode etik tersebut tidak transparan sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi si pelanggar etika itu," ujarnya.
Disamping itu, lanjut dia, keakuratan dan prinsip penegakan kode etik yang bebas dari kepentingan individu, kelompok serta egosentris kelembagaan sulit dilakukan.
"Karena pengendali-pengendali yang ditunjuk sebagai pengadil dalam perkara etika masih dari kalangan internal masing-masing lembaga," katanya.
Dia mengatakan, menyelaraskan antara peradilan hukum dan peradilan etika sudah dimulai di negara-negara maju dengan membentuk pengadilan etika yang memiliki kewenangan luas dan setara dengan lembaga pengadilan hukum.
Tujuannya, sebutnya, untuk menjaga kewibawaan penyelenggara pemerintahan dan lembaga negara itu sendiri dalam pandangan warga negaranya.
"Ketika hukum tidak bisa menjangkau sebuah gangguan akibat prilaku penyelenggara pemerintahan yang tidak mengindahkan norma agama dan nilai-nilai kebaikan dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, maka peradilan etika dijadikan pilihan dalam memberikan efek jera," kata dia.
Karena, lanjut dia, setiap perbuatan melanggar etika oleh penyelenggara pemerintahan belum tentu bisa dibuktikan sebagai pelanggaran hukum. (*/cpw7)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengurus LPTQ Sumbar 2025--2029 Resmi Dilantik, Vasko Ruseimy Diamanahi Sebagai Ketua Umum
17 February 2026 19:39 WIB
Dilantik jadi Ketua Pengurus Wilayah IPQAH Sumbar 2026-2031, Wali Kota Padang Fadly Amran bertekad munculkan qori dan qoriah handal
15 February 2026 16:24 WIB
Korda MBG Muhammadiyah Dharmasraya kunjungi penerima manfaat terpapar MBG, Ketua : bentuk dukungan moral
11 February 2026 4:14 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman : GPM harus berpihak pada masyarakat korban bencana
05 February 2026 17:23 WIB