Solok, (Antara) - Kawasan Pasar Raya Solok, Sumatera Barat (Sumbar) dan di sepanjang jalan utama kota itu, telah ramai berjejer pedagang terompet dan petasan beraneka ragam jenis, untuk menyambut malam pergantian tahun 2014
"Kondisi ini merupakan kesempatan sekali setiap tahun bagi pedagang terompet untuk mengais rezeki, atas tingginya minat masyarakat menyambut datangnya tahun baru 2015," kata salah seorang pedagang terompet di kawasan Pasar Raya Solok, Selasa.
Menurutnya, para pedagang bukan saja masyarakat Kota Solok, tetapi juga berasal dari daerah Kabupaten Solok. Mereka berjualan terompet di kawasan Pasar Raya Solok pada setiap akhir tahun.
Kondisi ini juga dimanfaatkan oleh para pengrajin rumahan yang memproduksi beraneka macam mainan anak-anak, termasuk terompet dan boneka yang terbuat dari kaleng bekas dan bekas minuman air menineral.
Pergantian tahun ini kata dia, merupakan masa panen baginya dalam mengumpulkan rupiah, dengan meningkatnya daya beli konsumen akan memberikan keuntungan lebih dibandingkan rutinitas setiap hari sebagai pedagang koran.
Ia menambahkan, terompet yang dijualnya juga dibeli dari perajin rumahan yang ada di Kota Solok, sementara petasan didapatkannya dari grosir mainan anak-anak di Bukittinggi.
Untuk harga terompet dan petasan, tergantung ukuran dan motif yang ada, mulai dari harga Rp10 ribu sampai Rp50 ribu. Sementara untuk petasan berukuran besar, ia menawarkan dari harga Rp20 ribu per batang.
Murni mengaku telah mulai berjualan terompet dan petasan semenjak satu minggu lalu, hingga tiga hari sesudah perayaan tahun baru. (cpw5)