Solok, (Antara) - Anggota Komisis II DPRD Kota Solok H. Dalius mempertanyakan laporan administrasi terkait data keuangan yang menyatakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat PT. Balairung merugi. Hal itu dikatanya dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2015 di ruangan Komisi II DPRD Kota Solok, Senin, dengan Dinas Pekerjaan Umum Kota Solok, DPPKA, dan PDAM. Ia mengatakan, khusus pembahasan menyangkut saham yang dimiliki Pemkot Solok di PT. Balairung belum bisa dilanjutkan sampai dinas terkait dapat memberikan dan melaporkan secara administrasi catatan kerugian yang dialami BUMD Provinsi Sumbar itu. PT. Balairung merupakan perusahaan yang dikelola oleh BUMD Sumbar di bidang perhotelan yang terletak di Matraman Jakarta Pusat. Modal dari perusahaan tersebut sebagian didapatkan dari saham yang dimiliki oleh seluruh daerah tingkat dua yang ada di Sumbar, selain Tanahdatar. Pemerintah Kota (Pemkot) Solok sejak 2012 juga ikut menanamkan sahamnya sebesar Rp2,8 miliar, namun sampai sekarang belum mendapatkan hasil yang jelas karena dari laporan yang ada PT. Balairung masih tetap merugi, namun data tersebut masih belum bisa diajukan sebagai barang bukti. Dalius mengatakan, laporan keuangan tersebut sangat dibutuhkan sebagai acuan untuk mengambil kebijakan terkait APBD Kota Solok yang telah berupa saham yang ada di PT. Balairung. "Dan apabila saham yang ada tidak berpotensi untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Solok, pihak pemerintah daerah segera mencarikan solusinya, atau menarik kembali saham yang ada," katanya. Sementara sampai Senin, katanya, jawaban pemerintah setempat sedang mempersiapkan segala kelengkapan administrasi laporan keuangan terkait saham Kota Solok di PT. Balairung. Dalam hal ini, Dalius menegaskan, Pemkot Solok harus serius dan mampu menunjukan keprofesionalannya dalam mengelola dan mengurus seluruh APBD daerah agar uang masayarakat dapat dirasakan kembali kegunaannya oleh masyarakat. "Kalau masih tidak dapat untuk menggenjot PAD setempat, sebaiknya saham tersebut ditarik atau dilakukan pelelangan," katanya. (cpw5)