Jakarta, (Antara) - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, mengatakan, stabilitas keamanan dalam negeri harus terjamin agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat. "Sebuah bangsa tak dapat membangun kekuatan ekonomi, bila stabilitas keamanan tak terjamin. Karena itu, TNI memiliki concern yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kalau tidak (terjamin stabilitas keamanan) jangan harap remunerasi TNI yang 35 persen, bisa menjadi 60 persen," ujar Panglima TNI saat membuka kuliah umum tentang ekonomi yang dipaparkan oleh guru besar Boston University, Profesor Gustav Papanek, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis. Menurut dia, Indonesia harus bekerja keras agar pertumbuhan ekonomi terus membaik dan stabilitas keamanan terjaga untuk memudahkan investor datang ke Indonesia. "Dari awal saya telah berkata dengan lantang mengatakan bahwa panglima TNI akan menjamin kepada investor untuk datang ke Indonesia," tuturnya. Panglima TNI menyebutkan, hubungan antara pertahanan dan kesejahteraan itu bagaikan dua sisi mata uang. Sebuah negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik, akan dengan mudah membangun kekuatan militernya. China, misalnya, dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, negara tirai bambu ini mampu meningkatkan kekuatan militernya setara dengan Amerika Serikat dan negara besar lainnya. Mengawali ceramahnya Prof Gustav Papanek, mengatakan bahwa dirinya pernah tinggal di Indonesia pada 1973, dan ia bisa berbahasa Indonesia. "Pada 1973 saya pernah tinggal di Indonesia, karena itu saya bisa berbahasa Indonesia. Namun dalam ceramah ini saya akan menggunakan bahasa Indonesia, meski sudah sedikit lupa," ujarnya. Ia telah aktif di Indonesia sejak awal 1960-an ketika menjabat sebagai Director of Harvard's Advisory Service, cikal bakal Harvard Institute for International Development (HIID). Pada 1969-Desember 1973, ia pernah menjabat sebagai Ketua Kelompok Penasehat Harvard untuk Bappenas dan Kementerian Keuangan RI. Pada 1987-1988, ia menjabat sebagai Ketua Kelompok Penasehat BIDE untuk Bappenas. Sebagai Profesor ekonomi, ia juga melatih beberapa ahli ekonomi Indonesa yang kemudian banyak diantaranya yang memiliki karir yang cemerlang bidang akademik dan pemerintahan.Ia juga masih aktif memberikan nasehat kepada pemerintah Indonesia dan organisasi internasional tentang strategi pembangunan, pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja dan isu-isu ekonomi lainnya. Gustav menyinggung tentang pentingnya perbaikan infrastruktur di Indonesia. Sementara itu dalam perbaikan infrastruktur tentu dibutuhkan dana. "Kita tidak bisa melakukan apapun tanpa uang. Kita butuh uang untuk memperbaiki infrastruktur," ujar Gustav. Menurut dia, lima persen dari anggaran negara sebaiknya dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur. Infrastruktur yang mumpuni akan membuat investor nyaman untuk menanamkan modalnya di Indonesia. "Kita bisa bandingkan bagaimana negara yang menganggarkan 1 persen dan yang 5 persen untuk pembangunan infrastruktur," ungkapnya. Gustav menambahkan bagaimana pentingnya pajak dalam menunjang pembangunan. Namun ia tak setuju dengan kenaikan tarif pajak, hanya cukup menyadarkan orang yang belum patuh menjadi rutin dalam membayar pajak. Dalam acara ini, Panglima TNI meminta para perwira untuk membuat tulisan (resume) dan hasilnya akan diserahkan ke Prof Gustav F Papanek. Mereka yang menjadi pemenang akan mendapatkan hadiah. Untuk juara pertama Rp100 juta, lll juara kedua Rp75 juta dan juara ketiga Rp50 juta. (*/jno)