Demokrat "WO" dari Rapat Paripurna RUU Pilkada
Jumat, 26 September 2014 2:02 WIB
Jakarta, (Antara) - Fraksi Partai Demokrat memilih sikap "walk out" yakni tidak ikut memilih salah satu opsi pada rapat paripurna persetujuan RUU Pilkada di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat dini hari.
Perwakilan Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman, ketika diberikan kesempatan oleh pimpinan rapat paripurna, Priyo Budi Santoso, untuk berbicara, menyatakan, Fraksi Partai Demokrat memilih bersikap "walk out".
"Kami dari Fraksi Partai Demokrat tidak ingin membuat masalah lebih lanjut pada pembahasan RUU Pilkada. Karena itu, Fraksi Partai Demokrat memilih netral," katanya.
Benny menegaskan, Fraksi Partai Demokrat tidak berpihak kepada fraksi-fraksi yang mendukung pilkada melalui DPRD, tapi di sisi lain 10 persyaratan untuk pilkada langsung yang diusulkan Fraksi Partai Demokrat, juga tidak diakomodasi dalam rapat paripurna.
Karena itu, kata Benny, Fraksi Partai Demokrat tidak ingin membuat masalah lebih lanjut, sehingga memilih bersikap "walk out".
Sebelumnya, pimpinan rapat paripurna, Priyo Budi Santoso, minta tanggapan dari fraksi-fraksi setelah Fraksi Partai Demokrat menyampaikan 10 persyaratan dan merupakan opsi ketiga.
Pada tanggapan tersebut, tiga fraksi yakni PDI Perjuangan, PKB, dan Hanura, menyatakan mendukung 100 persen usulan Fraksi Partai Demokrat.
Sementara itu, lima fraksi lainnya mengusulkan agar langsung dilakukan mekanisme voting.
Pimpinan sidang, Priyo Budi Santoso, kemudian, menyatakan, akan dilakukan voting dengan hanya opsi dan mengetukkan palu.
Pernyataan dan tindakan Priyo Budi Santoso ini segera membuat suasana rapat paripurna menjadi memanas.
Sejumlah anggota DPR RI langsung berteriak mengajukan interupsi minta Priyo membatalkan yang diketok tiba-tiba, karena belum ditawarkan lagi ke forum apakah, akan voting dengan tiga opsi atau dua opsi.
Namun, Priyo yang tiba-tiba mengetok palu dengan dua opsi mengabaikannya permintaan dari sejumlah anggota Dewan untuk mebatalkan dulu dua opsi.
Priyo tetap saja, minta perwakilan dari Fraksi Partai Demokrat berbicara.
Karena terus diabaikan, sejumlah anggota DPR RI, terutama dari Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKB, dan Fraksi Hanura, minta agar pimpinan rapat mencabut ketok palu dan menyepati opsi yang akan diambil.
Namun, politisi Partai Golkar yang memimpin rapat paripurna ini tetap mengabaikannya dan minta perwakilan dari Fraksi Partai Demokrat berbicara, sehingga beberapa anggota maju ke depan mimbar dan minta mencabut dulu.
Karena itu, beberapa petugas pengamanan dalam (pamdal) yang berjaga-jaga di tepi ruangan ikut maju ke depan untuk melerai dan mengantisipasi kemungkinan yang kurang diharapkan. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jadwal Liga Inggris: Jumpa West Ham, Arsenal bisa menjauh dari Manchester City
08 May 2026 11:45 WIB
Kantor Pertanahan Pasaman ikuti rapat koordinasi percepatan PAD Pemkab Pasaman
06 May 2026 16:05 WIB
Kantor Pasaman gelar rapat internal evaluasi kinerja dan peningkatan disiplin pegawai
06 May 2026 16:03 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018