Indonesia akan Hubungi Mesir untuk Salurkan Bantuan
Selasa, 15 Juli 2014 20:09 WIB
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Indonesia akan menghubungi negara tetangga Palestina, Mesir untuk kemungkinan menyalurkan bantuan kemanusiaan lewat negara tersebut ke pengungsi di Palestina, kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Jakarta, Selasa.
"Kami akan menghubungi Menlu Mesir untuk membicarakan bagaimana Mesir bisa membantu menyalurkan bantuan kemanusiaan Indonesia ke Palestina," kata Marty.
Menko Kesra Agung Laksono mengatakan pemerintah terus berkomunikasi dengan pemerintah Palestina dan menyiapkan bantuan dana sebesar 1 juta dolar AS.
"Karena situasi dan kondisinya berat, Menlu sendiri akan berkomunikasi langsung dengan pemerintah Palestina. Disarankan kalau ada bantuan dari masyarakat, tentu paling baik dalam bentuk uang tunai," kata Agung usai sidang kabinet di Jakarta, Jumat (11/7).
Agung mengatakan pemerintah Indonesia akan membantu memfasilitasi bila ada rakyat Indonesia yang berinisiatif membantu. "Yang terbaik sekarang adalah bantu uang tunai, lebih mudah disalurkan bisa kirim ke Dubes dan disalurkan ke pemerintah Hamas atau Fatah. Pemerintah Indonesia membantu uang tunai 1 juta dolar AS," katanya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengecam serangan Israel ke Gaza, Palestina, dan menjadikannya sebagai salah satu agenda dalam rapat kabinet paripurna yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta. Presiden dalam pengantarnya mengatakan, terus berupaya aktif untuk menghentikan aksi kekerasan tersebut dalam ranah diplomasi baik di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dan Gerakan Non-Blok.
"Indonesia di samping mengecam aksi militer Israel yang berlebihan juga aktif menjalankan diplomasi baik di tingkat PBB, OKI maupun Gerakan Non-Blok," kata Presiden.
Presiden menyatakan, empat hal dasar posisi Indonesia dalam berdiplomasi memberikan solusi penghentian aksi-aksi kekerasan.
Pertama, aksi militer Israel harus dihentikan. Kedua, mengadakan gencatan senjata dengan pengawasan oleh PBB. Ketiga, mencegah aksi saling balas antar-kedua pihak. Keempat, segera diadakan bantuan kemanusiaan untuk korban-korban di Palestina terutama untuk perempuan dan anak-anak.
Untuk itu, Presiden Yudhoyono dalam kesempatan itu meminta Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memberikan informasi terperinci terkait hal tersebut.
Israel sejak awal Juli lalu menjatuhkan lusinan bom di Jalur Gaza, Selasa, dan tentara menembaki serta membunuh seorang warga Palestina selama penyerbuan di wilayah jajahan Tepi Barat.
Penyerbuan itu dilakukan satu jam setelah Israel menemukan tiga mayat remaja Israel di wilayah Tepi Barat, yang hilang sejak 12 Juni. Israel menuduh kelompok Hamas atas penculikan remaja itu di dekat permukiman Yahudi dan menangkap puluhan anggota kelompok itu dalam tiga pekan belakangan.
Sekitar 175 orang dilaporkan meninggal di Gaza akibat serangan militer Israel tersebut. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Resmi perpanjang kontrak, Thomas Tuchel akan terus latih Inggris hingga 2028
13 February 2026 4:41 WIB
Persita dalam bidikan Semen Padang FC yang akan buktikan kekuatan di kandang
04 February 2026 14:13 WIB
Pemprov Sumbar Akan prioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana pada Kegiatan Safari Ramadhan Tahun 2026
02 February 2026 15:31 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018