Tim Jokowi-JK Apresiasi Sikap Hanta Yudha
Kamis, 10 Juli 2014 12:43 WIB
Jakarta, (Antara) - Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK mengapresiasi sikap Direktur Poltracking Institute Hanta Yudha yang tidak mau berkompromi dengan hasil hitung cepat perolehan suara Pemilu Presiden, 9 Juli 2014.
"Saya mengetahui betul kredibilitas Hanta Yudha, dia tidak akan mau disuruh merekayasa hasil survei atau hitung cepat," kata Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK, Yuddy Chrisnandi, di Jakarta, Kamis.
Disampaikan bahwa Hanta Yudha yang telah bersepakat dengan salah satu stasiun televisi swasta, batal menjadi narasumber di televisi itu karena dalam hasil hitung cepat yang dibuat lembaganya, Poltracking, menunjukkan Jokowi-JK menang dibandingkan dengan pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Perolehan suara hasil hitung cepat Poltracking untuk Prabowo-Hatta 46,30 persen, sedangkan Jokowi-JK 53.70 persen dari total suara masuk 99,75 persen atau 1.992 TPS dari 2.000 TPS dengan "margin of error" kurang lebih satu persen.
Yuddy yang juga Ketua DPP Partai Hanura itu, mengapresiasi sikap tegas Hanta terhadap televisi swasta itu.
Hasto Kristiyanto dari PDI Perjuangan menyatakan survei persepsi, hitung cepat (quick count), atau pengumpulan pendapat (polling) merupakan penelitian berdasarkan metode ilmiah yang selama ini sudah terbukti keandalannya, apabila syarat-syarat penggunaan metode tersebut dipenuhi.
"Sebagai hasil penelitian berbasis metode ilmiah maka peneliti atau pelaksanna survei akan terikat pada kode etik sebagai seorang peneliti," katanya.
Kode etik itu, katanya, antara lain, menyampaikan hasil penelitiannya secara obyektif dan tidak berbohong. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Merasa dirugikan, Jusuf Kalla laporkan Rismon terkait tudingan ijazah Jokowi
08 April 2026 14:05 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018