
Polisi Turki Bubarkan Paksa Pemrotes di Gezi

Istanbul, (Antara/Xinhua-OANA) - Polisi anti-huru-hara Turki telah menyerang ribuan pemrotes di Istanbul dan sebanyak 30 kota besar lain di seluruh negeri itu, saat mereka bermaksud melancarkan demonstrasi besar guna memperingati gerakan perlawanan Taman Gezi. Pemrotes, yang menyambut seruan organisasi non-pemerintah dan serikat pekerja, berkumpul di Istanbul pada Sabtu (31/5) di dekat Jalan Istiklal dan berusaha berpawai ke Taman Gezi di dekat Bundaran Taksim, yang bersejarah di kota itu. Lebih dari seribu orang turun ke jalan utama Istiklal, sementara sebanyak 1.500 orang lagi berkumpul di Besiktas, kabupaten yang terletak di Pantai Eropa di Selat Bosphorus. Polisi menembakkan gas air mata serta peluru karet dan menggunakan semprotan air untuk membubarkan massa. Di Kota Adana di bagian selatan Turki, polisi juga menggunakan gas air mata dan semprotan air untuk membuat kocar-kasir pemrores. Sebagian pemrotes bahkan telah ditahan beberapa jam sebelum penindasan tersebut. Menurut laporan, satu orang cedera di bagian kepala. Saat rakyat Turki bersiap menggelar demonstrasi besar di seluruh negeri itu, sebanyak 25.000 polisi, kendaraan lapis baja dan 50 mobil semprotan air telah dikerahkan ke Daerah Taksim dan kabupaten sekitarnya, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi. Polisi Istanbul telah diperkuat oleh satuan yang datang dari 11 kota besar berbeda, termasuk satuan di provinsi timur dan tenggara negeri tersebut seperti Mardin dan Elazig. Menjelang petang, semua layanan perahu ulang-alik dihentikan dan layanan metro ditutup di dekat Kabupaten Levent. Polisi menutup Daerah Taksim dan tak mengizinkan seorang pun memasuki bundaran itu. Meskipun terjadi penindasan oleh polisi, pawai di seluruh negeri tersebut tetap berlangsung hampir berbarengan pada sekitar pukul 19.00 waktu setempat (00.00 WIB, Ahad) di sedikitnya 30 kota besar Turki. Pada Selasa pagi (27/5), organisasi non-pemerintah Turki dan perkumpulan lain menyeru rakyat agar turun ke jalan pada Sabtu untuk memperingati tahun pertama gerakan perlawanan Gezi, yang meletus tahun lalu --ketika Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan bermaksud mengubah Taman Gezi di dekat Bundaran Taksim menjadi pusat pertokoan dengan kedok pembangunan kembali barak militer bersejarah di daerah itu. Protes di Gezi meletus pada 27 Mei 2013, ketika satu kelompok kecil pemrotes menolak untuk meninggalkan Taman Gezi guna mencegah penebangan pohon di tempat proyek pembangunan besar direncanakan oleh pemerintah. Setelah reaksi keras pemerintah, protes terjadi di seluruh negeri itu. Sementara itu, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu mengecam protes di seluruh negeri tersebut untuk memperingati tahun pertama gerakan perlawanan Taman Gezi. Di dalam pidato yang ditayangkan televisi, Erdogan mengatakan demonstrasi itu bertujuan membuat jalanan berkobar dan mengeksploitasi setiap peristiwa. Ia menambahkan Negara Turki dan rakyatnya tak mempunyai kesabaran lagi buat mereka yang "memilih kekerasan". (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
