Logo Header Antaranews Sumbar

TV Negara: Tiongkok Kecam Menhan AS Karena "Ancaman"

Sabtu, 31 Mei 2014 19:34 WIB
Image Print

Beijing, (Antara/AFP) - Seorang pejabat militer Tiongkok Sabtu mengecam Amerika Serikat karena membuat "ancaman-ancaman" setelah kepala pertahanan AS menuduh Beijing menyulut ketegangan di Laut China Selatan yang disengketakan, kata laporan televisi negara. Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengecam China menimbulkan "kekacauan, tindakan sepihak menegaskan klaim di Laut China Selatan," di forum keamanan di Singapura yang dihadiri kedua pejabat. Wakil Kepala Staf Umum Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Wang Guanzhong, menyebut komentar Hagel sebagai tak berdasar, dan mengecam dia karena membuat pernyataan seperti di depan publik sesama kepala pertahanan, diplomat dan pakar keamanan yang menghadiri Dialog tahunan Shangri-La. "Pidato itu penuh dengan hegemoni, penuh hasutan, ancaman,intimidasi," kata Wang seperti dikutip oleh seorang wartawan China Central Television. "Pidato ini benar-benar tidak-membangun dan apalagi di depan publik, beberapa kali mengkritik Tiongkok dengan nama, dan jenis-jenis tuduhan tanpa dasar, tanpa alasan," kata Wang. Ketegangan-ketegangan baru-baru ini berkobar di Laut China Selatan, hampir sepenuhnya diakui China, yang akhir-akhir ini mengambil langkah-langkah berani untuk menegakkan apa yang tertulisadalah hak historisnya. Dia menambahkan nilai Dialog Shangri-La adalah untuk mendorong pertukaran, yang kadang-kadang tumpul, antara pemerintah dan para pemikir, namun Tiongkok tidak boleh dituduh tanpa dasar. Tiongkok telah berusaha untuk membalas kebijakan luar negeri "poros" Asia Washington, tetapi membuat marah Vietnam, Jepang dan Filipina - dua terakhir sekutu AS - dengan apa yang mereka katakan negara itu bergerak agresif dalam mengatasi sengketa maritim. Hubungan antara Tiongkok dan Vietnam telah memburuk setelah Beijing mengirim anjungan pengeboran minyak laut dalam ke perairan yang diperebutkan di Laut China Selatan. Filipina menuduh Tiongkok melakukan reklamasi lahan pada karang yang disengketakan di zona ekonomi eksklusifnya berdasarkan konvensi PBB, sementara Beijing dan Tokyo berseteru lama atas kepulauan yang disengketakan di Laut China Timur. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026