Logo Header Antaranews Sumbar

Polisi Turki Tahan 20 Orang Terkait Kerusuhan

Senin, 26 Mei 2014 19:51 WIB
Image Print

Ankara, (Antara/AFP) - Polisi Turki pada Senin menahan setidak-tidaknya 20 orang di Istanbul karena ambil bagian dalam unjuk rasa berdarah menentang pemerintah pada pekan lalu. Polisi anti-teror dibantu helikopter menutup distrik bergolak Okmeydani, tempat dua orang tewas dalam bentrokan petugas keamanan dengan pengunjuk rasa, kata laporan stasiun televisi NTV. Turki melakukan penyelidikan atas kematian dua lelaki tersebut, yang tidak ikut dalam aksi demonstrasi. Ugur Kurt (30) tertembak di kepala saat menghadiri upacara pemakaman. Ayhan Yilmaz (42) terkena lemparan granat saat kerusuhan terjadi. Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc pekan lalu mengatakan bahwa Kurt kemungkinan tertembak peluru nyasar yang berasal dari seorang polisi. Distrik Okmeydani merupakan basis suku Kurdi dan Alevi di Istanbul. Polisi juga melancarkan serbuan di dua distrik lain di Istanbul sebagai bagian dari upaya membubarkan protes pada Senin, kata media setempat. Kematian dua warga yang memantik kerusuhan jalanan di kota terbesar di negara itu terjadi saat ketegangan memuncak menjelang peringatan pertama unjuk rasa berdarah anti-pemerintah serta terkait bencana tambang yang menewaskan 301 orang bulan ini. Aksi tersebut menjadi masalah baru bagi Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan yang mendominasi politik Turki selama 11 tahun dan akan ikut bertarung dalam pemilihan presiden pada Agustus. Sebelumnya ia dan orang-orang sekitarnya menghadapi tuduhan korupsi. Erdogan pada Minggu menyampaikan belasungkawa kepada kedua korban, beberapa hari setelah ia menyebut para pengunjuk rasa sebagai "teroris" dan membela polisi yang menggunakan gas air mata serta menembakkan peluru tajam ke udara saat berlangsungnya kerusuhan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026