Logo Header Antaranews Sumbar

Iran Kutuk Keras Serangan Teroris di Suriah

Minggu, 25 Mei 2014 06:09 WIB
Image Print

Teheran, (Antara/IRNA/AFP) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marziyeh Afkham, Sabtu mengutuk keras serangan teroris di kota Dora Suriah yang mengklaim menewaskan banyak warga sipil. Serangan teroris terjadi Jumat dalam pertemuan kampanye pemilihan umum yang mengakibatkan kematian banyak warga sipil dan sejumlah lainnya cedera. Mengutuk serangan itu sebagai tindakan tidak manusiawi, dia mengatakan, orang-orang yang menyediakan teroris dengan senjata dan memberikan dukungan keuangan harus bertanggung jawab atas tindakan tidak manusiawi ini. Kelompok-kelompok teroris takut rakyat Suriah secara besar-besaran menunaikan kewajibannya ikut ambil bagian dalam pemilihan presiden negara itu, katanya. Dalam serangan mortir Jumat di kota Dora, sekitar 25 orang tewas dan 30 lainnya terluka. Jumlah korban tewas dari serangan yang dilakukan pemberontak Suriah terhadap pawai kampanye untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad terpilih kembali meningkat menjadi 37, kata satu kelompok pemantau Sabtu. "Jumlah korban tewas dari serangan Daraa (Dora) telah meningkat menjadi 37," kata Rami Abdel Rahman, direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. "Di antara mereka terdapat 19 warga sipil, termasuk empat anak, 12 anggota komite pertahanan populer (milisi pro-rezim) dan enam tentara," kata Abdel Rahman kepada AFP. Pemberontak menembakkan mortir ke satu tenda di mana para pendukung Bashar berkumpul di kota selatan itu Kamis malam. Serangan juga melukai puluhan orang, kata Observatorium, yang semula dilaporkan kematian mencapai 21. Bashar menghadapi dua penantang kurang dikenal dalam pemilu mendatang dan secara luas diperkirakan akan meraih masabakti ketiga tujuh tahunan meskipun terdapat perang saudara, yang telah menewaskan lebih dari 160.000 orang. Kantor Berita Negara SANA menuduh "kelompok-kelompok teroris bersenjta" menyerang terhadap "warga sipil yang sedang berkumpul dalam tenda patriotik di Kota Daraa." Pemilihan akan hanya diadakan di daerah-daerah yang dikuasai rezim, dan telah diabaikan oleh pihak oposisi dan pendukung Baratnya sebagai "sandiwara." (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026