
WFP: Sepertiga Warga Burundi Hadapi Rawan Pangan

Bujumbura, (Antara/Xinhua-OANA) - Sedikitnya sepertiga penduduk Burundi menderita akibat kondisi rawan pangan, demikian hasil satu studi yang dilakukan oleh Program Pangan Dunia PBB (WFP) di Bujumbura pada Kamis (22/5). "Satu survei yang dilakukan belum lama ini dan hasilnya telah disajikan selama lokakarya di Bujumbura memperlihatkan sedikitnya sepertiga penduduk Burundi menderita kerawanan pangan," kata WFP. Daerah yang paling terpengaruh meliputi Provinsi Muramvya, Mwaro, Karusi dan Rutana," kata Jean Mahwane, Kepala Uni Ketahanan Pangan di Program Pangan Dunia di Burundi. Ia mengutip isi analisis global mengenai ketahanan pangan dan gizi serta kerentanan di Burundi. Mahwane menyatakan Provinsi Mwaro dan Muramvya di bagian tengah negeri tersebut, pada masa lalu, telah menunjukkan prestasi bagus dalam hal ketahanan pangan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat. Ia mengatakan, "Kedua provinsi itu tak memperoleh campur tangan dan bantuan pangan seperti provinsi lain." Mahwane menyatakan prioritas diberikan bagi wilayah utara dan timur negara Afrika tersebut. Burundi memiliki 8,38 juta warga pada 2010, sesuai dengan perubahan Prospek Kependudukan Dunia. Pada 2013, Burundi telah dimasukkan ke posisi ketiga negara paling rawan pangan di dunia, dari 79 negara yang disurvei oleh Lembaga Penelitian Kebijakan Pangan Internasional (IFPRI). (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
