Logo Header Antaranews Sumbar

Tingkat Kelulusan SLTA di Padang Panjang 99,93 Persen

Rabu, 21 Mei 2014 16:05 WIB
Image Print

Padang Panjang, (Antara) - Tingkat kelulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)/sederajat pada Ujian Nasional tahun ajaran 2013/2014 di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 99.93 persen.Kepala Bidang SLTP/SLTA Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang Herman, Rabu (21/5) mengatakan, persentase itu didapat setelah adanya siswa yang tidak lulus."Ada tujuh orang dari 2.207 peserta yang tidak lulus UN setelah pengumuman Selasa sore (20/5). Mereka tersebar di beberapa sekolah seperti SMA/MA sebanyak empat orang dan siswa SMK tiga orang," katanya.Tidak lulusnya tujuh orang pelajar SLTA tersebut tentunya sesuai dengan indikator yang sudah diberlakukan pihak penyelenggara. "Yang pasti nilainya tidak memenuhi standar minimal kelulusan," katanya.Bagi siswa yang tidak lulus tersebut kata dia, bisa saja mengulang kembali pada tahun berikutnya dengan mengikuti kembali pelajaran di sekolah yang bersangkutan."Masih ada kesempatan tahun depan, maka dari itu belajarlah dengan giat agar bisa mendapatkan nilai yang terbaik nantinya," katanya.Jika tidak mau mengikuti kembali pelajaran di sekolah yang bersangkutan, siswa yang tidak lulus tersebut kata dia, juga bisa mengikuti ujian paket C tahun depan.Dia mengatakan, UN tingkat SLTA/sederajat tahun ini dilangsungkan 14 - 17 April yang diikuti sebanyak 2.207 siswa."Dari 2.207 orang itu tersebar di lima SMA swasta dan negeri, lima SMK negeri dan swasta, dan lima MA negeri dan swasta," katanya.Ia merinci, untuk SMA negeri dan swasta berjumlah 811 orang, SMK negeri dan swasta berjumlah 721 orang dan MA negeri dan swasta 675 orang.Untuk pengawasan selama UN berlangsung, dia menyebutkan memakai sistem rotasi dari setiap sekolah. Dengan demikian selama berlangsungnya UN pelajar dari masing-masing sekolah tidak dikawal oleh guru yang ada di sekolah bersangkutan."Kita memberlakukan ini guna terciptanya suasana yang kondusif selama UN berlangsung, serta tidak ada istilah KKN antara murid dengan guru," kataya.Sehingga lanjut dia, hasil yang didapat dari setiap siswa betul-betul murni atas kemampuannya sendiri.Ia juga menegaskan, apa bila ada indikasi kecurangan antara murid dengan guru pengawas, seperti memberitahukan kunci soal, maka Disdik tidak akan segan-segan memberikan sanksi kepada guru maupun siswa tersebut."Karena tidak tertutup kemungkinan, seorang guru pengawas akan bertepatan dengan saudaranya yang mengikuti ujian di salah satu sekolah, mengingat luas daerah relatif kecil di Padang panjang ini," sebutnya.Wakil Wali Kota Padang Panjang Mawardi mengharapkan kepada siswa yang tidak lulus supaya tidak berkecil hati dan tetap semangat menggapai harapan."Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, jangan patah semangat, mudah-mudahan tahun depan bisa bernasib baik melalui belajar dengan giat," katanya. (**/ben/WIJ)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026