
Ukraina Bebaskan Pemimpin Separatris Setelah Baku Tembak

Kiev, (Antara/AFP) - Pasukan Ukraina, Sabtu, membebaskan pemimpin separatis setelah pemberontak bersenjata menyerang sebuah pos perbatasan di bagian timur, tempat yang bersangkutan ditahan, dan memicu terjadinya baku tembak, menurut sumber di kedua belah pihak. Valery Bolotov, gubernur tidak resmi dari "Republik Rakyat Lugansk" yang menjadi subyek dari surat perintah penangkapan Ukraina, telah ditahan karena mencoba untuk menyeberang kembali ke Ukraina dari Rusia, menurut penjaga perbatasan dalam sebuah pernyataan. Puluhan orang bersenjata mengepung pos pemeriksaan untuk menuntut pembebasan Bolotov, yang menurut kelompok pemberontak telah selamat dari "percobaan pembunuhan" awal pekan ini. Bolotov menyatakan dirinya sebagai gubernur kawasan industri bagian timur, Lugansk, setelah kelompok separatis mengklaim kemenangan dalam referendum kemerdekaan --yang menjadi perdebatan-- 11 Mei dari kekuasaan Kiev. Setelah satu jam negosiasi atas nasib Bolotov, para pemberontak melakukan serangan, "menembak dan melemparkan granat tangan", kata penjaga perbatasan. Vasily Nikitin, juru bicara Republik Rakyat Lugansk, menegaskan bahwa Bolotov telah dibebaskan. "Mereka (penjaga perbatasan) ingin menahan dia di perbatasan tapi tentara kita dikirim untuk membebaskannya," katanya. "Dia bebas dan bersama dengan kami." Volodymyr Gromov, yang digambarkan sebagai seorang pejabat dengan "tentara di tenggara", mengatakan pada konferensi pers bahwa Bolotov telah dibebaskan setelah baku tembak selama 15 menit, antara 150 pemberontak melawan sekitar 80 penjaga perbatasan, menurut kantor berita Interfax Ukraina . (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
