
Diskoperindag Pariaman Arahkan Perajut Bentuk Koperasi

Pariaman, (Antara) - Pembinaan perajut di Kota Pariaman akan diarahkan kepada pembinaan inovasi, pembentukan asosiasi dan pendirian koperasi, kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan daerah itu Gusniyeti Zaunit. "Pembinaan inovasi dilakukan dengan menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak, di antaranya para desainer rajutan dari sejumlah daerah di Sumatera Barat, sementara pembinaan lanjutan akan dilakukan secara bertahap dengan lebih dulu membentuk asosiasi perajut dan pendirian koperasi," katanya di Pariaman, Rabu. Dia menjelaskan, pembinaan inovasi produk kerajinan merupakan langkah strategis guna mengatasi kendala ketersendatan peminat dalam pemasaran. Sementara, pembinaan lanjutan melalui pembentukan asosiasi dimaksudkan agar para perajut memiliki wadah sendiri untuk menyuarakan dan mencari ide bersama ketika menemui kendala dan persoalan di lapangan. "Sejauh ini belum ada asosiasi yang mewadahi para perajut di kota ini, padahal jumlah mereka sudah sekitar 100 perajin," katanya. Mantan Kabag Humas Pemkot Pariaman tersebut menambahkan, pembentukan asosiasi tersebut juga diharapkan bisa mempermudah Diskoperindag setempat dalam melakukan pembinaan lanjutan. Sementara, untuk penyimpanan, pengelolaan, dan penguatan modal usaha, kata dia, Diskoperindag kota itu telah mengusulkan kepada para perajut untuk segera mendirikan koperasi. Selain itu, keberadaan koperasi juga akan mempermudah para perajut dalam mengajukan permohonan bantuan modal usaha, baik kepada pemerintah maupun pihak swasta. Diakuinya, pemerintah kota setempat memiliki keterbatasan dana untuk melakukan pembinaan kepada para perajin di daerah itu. "Anggaran yang ada barulah untuk pelatihan, yakni sebesar Rp40 juta setahun. Untuk pembinaan, masih belum," katanya. Namun begitu, usaha pembinaan tetap dilakukan oleh Diskoperindag kota itu guna memajukan dan menumbuhkembangkan usaha kerajinan rajutan di kota yang terkenal dengan jajanan kuliner "sala lauak"-nya itu. Salah satunya, dengan menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak, di antaranya para tokoh dan desainer rajutan dari sejumlah daerah di provinsi itu. Dia menyebutkan, saat ini pihaknya masih melakukan pembinaan terhadap 50 perajut di daerah itu guna membuka peluang pemberdayaan mereka melalui pengembangan usaha rajutan pembuatan oleh-oleh khas kota itu. Salah satunya, pemberian pelatihan pembuatan oleh-oleh dari bahan rajutan bermotif penyu dan kura-kura dengan melibatkan para perajut dari tiga desa, meliputi Desa Taluak, Karan Aua, dan Marunggi, katanya. Rencananya, hasil rajutan para perajin tersebut akan dipasarkan di beberapa tempat, di antaranya di Pasar Produksi Jati Kecamatan Pariaman Tengah, Toko Oleh-oleh Pantai Gandoriah, dan Toko Oleh-oleh Pusat Penangkaran Penyu Desa Apar Kecamatan Pariaman Utara. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
