Logo Header Antaranews Sumbar

Lima Tentara Afghanistan Tewas Dalam Serangan Bom Terpisah

Senin, 12 Mei 2014 09:55 WIB
Image Print

Kabul, (Antara/Saba/Xinhua-0ANA) - Lima tentara Afghanistan tewas dalam serangan bom pinggir jalan terpisah sejak Sabtu pagi, kata Departemen Pertahanan negara itu, Minggu. "Lima personel Tentara Nasional Afghanistan meninggal sahid dalam serangan-serangan bom raikitan (IED) di seluruh negeri selama 24 jam terakhir," kata kementerian itu dalam satu pernyataan. Kelompok gerilyawan Taliban telah sebagian besar menggunakan bom rakitan untuk meluncurkan serangan-serangan bunuh diri dan pemboman pinggir jalan terhadap pasukan keamanan. Korban pasukan keamanan telah meningkat baru-baru ini saat pasukan Amerika Serikat dan NATO di Afghanistan beralih dari petempur menjadi mendukung peran, yaitu pelatihan, menasihati dan membantu pasukan Afghanistan sejak Juni tahun lalu. Negara yang dilanda perang itu akan mengambil alih tanggung jawab keamanan sendiri dari pasukan asing pada akhir 2014. Pasukan asing, lebih dari 51.000-personel yang dipimpin NATO, telah turun dari puncaknya 130.000 pada tahun 2010, dan saat ini sedang dikerahkan di Afghanistan. Berita-berita sebelumnya mengatakan, pemerintah Afghanistan mulai melancarkan tekanan atas anggota Taliban saat 70 gerilyawan telah tewas di kubu Taliban di Afghanistan Selatan sejak Jumat. Dalam serangan paling akhir terhadap anggota Taliban, pasukan keamanan Afghanistan menyerbu tempat persembunyian Taliban di bekas kubu Taliban di Provinsi Zabul, Afghanistan Selatan, dan menewaskan tujuh petempur termasuk komandan mereka, kata Kementerian Dalam Negeri di dalam satu pernyataan yang disiarkan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, Sabtu. "Satuan polisi, yang bertindak setelah menerima laporan intelijen, menyerbu tempat persembunyian Taliban di Desa Dalai, Kabupaten Shamalzai, Sabtu dini hari, dan menewaskan tujuh gerilyawan termasuk seorang komandan penting, Mullah Abdul Qadir," kata pernyataan itu. Pernyataan tersebut tidak mengatakan apakah ada korban jiwa di pihak personel polisi. Mullah Qadir, menurut warga lokal, adalah seorang komandan penting dan kematiannya dapat menjadi kemunduran besar bagi gerilyawan Taliban di Zabul dan daerah yang berdekatan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026