
Kemenhut Siap Hadapi El Nino

Jakarta, (Antara) - Kementerian Kehutanan siap menghadapi gejala alam El Nino yang diperkirakan terjadi pada Agustus atau September 2014 dan akan memperpanjang musim kemarau dan suhunya akan makin kering. "Kami siap siagakan manggala agni (pasukan penanggulangan kebakaran hutan) untuk mengantisipasi El Nino," kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan seusai pelantikan pejabat eselon I Kementerian Kehutanan di Jakarta, Jumat. Pejabat eselon I yang dilantik antara lain Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Sonny Partono dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan San Afri Awang. Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan El Nino akan kembali menimpa Indonesia sekitar Agustus atau September. Gejala gangguan iklim tersebut akan memperpanjang musim kemarau yang suhunya akan makin kering dan musim hujan akan tertunda lagi. Kepada Dirjen PHKA yang baru dilantik, Menhut meminta agar mampu melaksanakan penegakan hukum atas pelanggaran di kawasan hutan berupa perambahan, penebangan liar, kebakaran hutan, penyelundupan dan perdagangan tumbuhan dan satwa liar. Penegakan hukum dan penyelesaiannya melalui multidoors, tambahnya, perlu terus ditingkatkan. Sementara itu menyinggung realisasi penanam pohon melalui program "Menanam 1 Milyar Pohon", Zulkifli menyatakan, pihaknya menargetkan setiap tahun sebanyak 1,4 miliar untuk mencapai 4 miliar pohon hingga 2015. Pada 2010, tambahnya, realisasi penanaman pohon telah mencapai 1,3 miliar, kemudian pada 2011 sebanyak 1,5 pohon, dan pada 2012 meningkat menjadi 1,6 miliar pohon. Sementara itu, lanjutnya, pada 2013 terealisasi sebanyak 1,3 miliar pohon dan untuk tahun ini pemerintah menargetkan penanaman hingga 2 miliar pohon. Dalam sambutannya, Menhut menyatakan, kekayaan dan keanekaragaman hutan-hutan alam tropis di Indonesia mempunyai nilai yang tinggi dalam pengembangan jasa lingkungan hutan. Dia mencontohkan, terkait jasa lingkungan hutan berupa keindahan alam dan biodiversity telah menempatkan daya saing pariwisata Indonesia naik dari peringkat 74 pada 2012 menjadi peringkat 70 pada 2013. "Keindahan alam, kekayaan keanekaragaman hayati dan sumber daya hutan serta kekayaan budaya telah menempatkan Indonesia menjadi negara tujuan wisata mancanegara yang paling menarik di dunia," katanya. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
