
Warga Diminta Waspadai Penyebaran Rabies Setelah Gigitan Anjing

Padang, (Antara) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang menyatakan masyarakat di daerah itu harus mewaspadai penyebaran rabies setelah adanya gigitan anjing pada belasan warga dalam waktu satu hari. Kepala Dinkes Padang, Eka Lusti di Padang, Rabu, mengatakan warga perlu mewaspadai penyebaran rabies oleh anjing, sebab kejadian di Padang kali ini merupakan dua kali lebih banyak dari biasanya. "Kami meminta warga terutama di kawasan yang lokasi ditemukan adanya gigitan anjing yang diduga membawa virus rabies untuk lebih waspada, meski kami belum bisa mengatakan ini sebagai kejadian luar biasa, sebab anjing yang menggigit 12 orang yang kemudian terpaksa dilarikan ke rumah sakit telah dibunuh warga, dan dibuang," katanya. Namun demikian, katanya, atas kejadian ini Dinkes menjadikan kasus rabies di Padang sebagai sorotan, sehingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait langsung dilakukan, untuk mengantisipasi kejadian yang sama dikemudian hari. Ia menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan faksinasi terhadap 12 orang yang dirawat di rumah sakit, yang digigit anjing liar. Terkait hal tersebut, Dinkes Padang telah mengintruksikan kepada dokter dan perawat di puskesmas untuk berkoordinasi dengan lurah serta camat, demikian juga dengan Dinas Peternakan. "Kami telah meminta pihak puskesmas untuk berkoordinasi dengan lurah serta camat, demikian juga dengan Dinas Peternakan, yang diminta untuk melakukan pembersihan anjing liar di daerah ini," katanya. Sebelumnya, 12 orang warga di Padang dilaporkan dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) M Djamil Padang karena diduga terkena virus rabies, serta satu orang pasien yang positif terjangkit virus dari gigitan mamalia. Kepala Humas dan Pengaduan Masyarakat RSUP M Djamil, Rita Prima Putri, mengatakan 13 orang masuk ke rumah sakit sejak kemaren (Selasa, 22/4) akibat gigitan anjing, namun 12 orang baru diduga, sedangkan satu orang positif terjangkit virus tersebut. "Kami sejak kemaren telah menerima 12 orang yang semuanya berasal dari Padang, sedangkan satu orang lainnya yang positif adalah rujukan dari Kabupaten Solok," katanya. Ia menyebutkan penanganan yang dilakukan untuk semua pasien tersebut adalah dengan memberikan vaksin rabies untuk memutuskan mata rantai siklus ini virus tersebut. Gigitan mamalia, dalam hal ini adalah anjing liar, yang dilaporkan di Padang, terjadi pada Selasa (23/4), di Kecamatan Lubuk Kilangan, yang menyebabkan 12 orang dilarikan ke rumah sakit. Pasien yang digigit anjing liar dalam waktu hampir bersamaan tersebut di Padang berinisia Y (51), AJ (36), MS (46), S (21), EM (52), RW (14), RT (18), W (42), MUZ (6), M (16), Y (50), R (19), sedangkan yang positif terkena rabies berasal dari daerah Cupak, Kabupaten Solok dan merupakan rujukan dari RSUD setempat yakni MR (6), yang semuanya telah diberikan tindakan vaksinasi oleh pihak RSUP. (*/eko)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
