Logo Header Antaranews Sumbar

Serangan Drone di Yaman Tewaskan Lima Gerilyawan Al Qaida

Senin, 21 April 2014 00:02 WIB
Image Print

Aden, (Antara/AFP) - Serangan pesawat tak berawak di Yaman selatan menewaskan sedikitnya lima gerilyawan Al-Qaida Minggu, yang terbaru dalam serangan udara intensif di negara miskin itu, kata seorang kepala suku. Pesawat tak berawak menargetkan pertemuan para gerilyawan di Kotaal-Mahfad, di Provinsi Abyan, di mana Al-Qaida masih aktif meskipundiusir dari kota-kota utama dalam serangan tentara pada 2012, kata sumber itu. Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang mengoperasikan drone di Yaman, namun para pejabat jarang membahas program rahasia itu. Serangan terjadi sehari setelah serangan serupa di pusat Provinsi Baida, menewaskan 10 tersangka Al-Qaida dan tiga warga sipil, menurutjumlah resmi yang disiarkan Sabtu malam. Jumlah sebelumnya Sabtu mengatakan serangan telah menewaskan 15 gerilyawan. Program pesawat tak berawak telah terjadi di bawah kritik para aktivis hak asasi manusia yang memprihatinka atas jatuhnya korban sipil. Amerika Serikat telah membela serangan drone, yang memungkinkan untuk menargetkan Al-Qaida tanpa menggunakan pasukan darat di daerah tanpa hukum di mana pihak berwenang tidak dapat atau tidak akan bertindak terhadap kelompok itu. Yaman adalah rumah leluhur Osama bin Laden dan rumah pangkalan Al Qaida di Semenanjung Arab, yang telah dikaitkan dengan sejumlahserangan yang gagal terhadap tanah air AS. Kelompok ini telah mengambil keuntungan dari melemahnya Pemerintah Pusat Yaman sejak 2011, pemberontakan rakyat meletus ketika akhirnya memaksa Presiden Ali Abdullah Saleh mundur setelah 33 tahun berkuasa. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026