
Analis: IHSG akan Menguat Terbatas

Jakarta, (ANTARA) - Pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa diproyeksikan masih bergejolak dengan kecenderungan menguat dengan berada di kisaran "support-resistance" 4.270-4.330. Periset Panin Sekuritas Purwoko Sartono menuturkan, penguatan lanjutan ini didorong oleh data produksi manufaktur China yang menguat. Kenaikan ini dipandang sebagai sinyal akan pemulihan ekonomi di Asia Timur. "Selain itu, rendahnya angka inflasi November juga menjadi katalis positif bagi IHSG," tutur Purwoko dalam risetnya di Jakarta, Selasa. Ia melihat pergerakan indeks masih dibatasi oleh sikap tunggu investor akan pembicaraan anggaran di AS. Isu jurang fiskal (fiscal cliff) juga tampaknya masih akan menjadi fokus investor untuk beberapa waktu mendatang. Ia merekomendasikan beberapa saham pilihan, antara lain PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), XL Axiata Tbk (EXCL), PT Japfa Confeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST). Kepala Riset e-Trading Securities Bertrand Raynaldi menambahkan pada perdagangan Selasa ini IHSG akan kembali mengalami sentimen "mixed" dengan kecenderungan negatif. "Support" pada level 4.195 dan "resistance" 4.360. "Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin belum mampu membuat 'stochastic' terhindar dari negatif area, sehingga MACD Histogram juga memberikan sinyal yang negatif," kata Bertrand. Adapun saham-saham pilihan yang direkomendasikan adalah PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Indika Energy Tbk (INDY), serta PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Pada perdagangan Senin (3/12), IHSG ditutup naik 26,3 poin (0,61 persen) ke level 4.302,44 dengan jumlah transaksi sebanyak 12,95 juta lot atau setara Rp7,34 triliun. Asing tercatat melakukan "net sell" di pasar reguler sebesar Rp34,32 miliar. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
