
Harga Minyak Bervariasi Setelah Data PDB Tiongkok Lemah

Singapura, (Antara/AFP) - Harga minyak bervariasi di Asia, Rabu, setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok terus melambat pada kuartal pertama tahun ini, sementara investor menunggu laporan pasokan terbaru AS, kata para analis. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik enam sen menjadi 103,81 dolar AS per barel pada perdagangan sore. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juni turun 18 sen menjadi 109,18 dolar AS pada hari pertama perdagangannya. Kontrak Brent Mei berakhir pada Selasa. Perekonomian Tiongkok tumbuh 7,4 persen tahun-ke-tahun pada periode Januari-Maret, Biro Statistik Nasional (NBS) mengatakan Rabu, lebih lemah dari ekspansi 7,7 persen pada periode Oktober-Desember. Meskipun angka tersebut melebihi perkiraan median 7,3 persen dalam survei terhadap 13 ekonom oleh AFP, itu adalah yang terbaru dalam serangkaian angka yang menunjukkan ekonomi nomor dua dunia dan pendorong utama pertumbuhan global itu melambat. "Data PDB lebih baik dari yang diharapkan tetapi itu lebih rendah dari kuartal terakhir dan saya kira investor masih akan memiliki cerita 'Tiongkok melambat' pada pikiran mereka," David Lennox, analis sumber daya di Fat Prophets di Sydney, mengatakan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
