Logo Header Antaranews Sumbar

Diplomat Senior China Desak Perpanjangan Protokol Kyoto

Selasa, 4 Desember 2012 11:01 WIB
Image Print

Doha, (ANTARA/Xinhua-OANA) - Kepala delegasi China ke konferensi iklim PBB pada Senin (3/12) di Doha, Qatar, mengatakan perpanjangan Protokol Kyoto dan pelaksanaan dukungan keuangan oleh negara kaya akan sangat penting bagi perundingan tersebut. Xie Zhenhua, Wakil Kepala Komisi Pembangunan dan Pembaruan Nasional di China, mengeluarkan pernyataan itu dalam forum tingkat tinggi dalam pembicaraan iklim di Ibu Kota Qatar, Doha. Xie, yang tiba di Doha pada Ahad (2/12) untuk menghadiri pembicaraan tersebut, mengatakan perubahan yang sah dan mengikat secara hukum dalam Protokol Kyoto perlu dilakukan di Doha, sehingga kesepakatan tersebut dapat memasuki hak perpanjangan setelah masa komitmen pertamanya berakhir pada penghujung 2012. Protokol itu adalah satu-satunya kesepakatan iklim yang mengikat secara hukum dan mengharuskan negara industri melakukan pengurangan jumlah buangan gas karbon --yang menggaris-bawah pentingnya masa komitmen kedua. Pejabat iklim China tersebut juga menekankan dukungan keuangan bagi penyesuaian negara berkembang dan pengurangan perubahan iklim adalah masalah penting lain dalam konferensi di Doha. Ia mendesak bagi transparansi lebih luas dalam penyiaran keterangan mengenai dukungan keuangan negara maju buat rekan mereka --negara berkembang-- baik dalam pendanaan Awal Cepat maupun yang lebih ambisius, Dana Iklim Hijau. "Siapa yang menyumbang berapa banyak kepdaa siapa untuk apa, serta hasilnya, perlu dibuat transparan," kata Xie, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa. "Pelaksanaan nyata dana Awal Cepat sebesar 30 miliar dolar AS dan rencana bagi dukungan keuangan dari 2012 sampai 2020 perlu dipastikan." Ia menambahkan konferensi Doha mesti menjadi pertemuan mengenai pelaksanaan konsensus yang dicapai dalam berbagai pembicaraan sebelumnya --yang penting dalam mendorong rasa saling kepercayaan bilateral dan keyakinan dalam upaya global untuk memerangi perubahan iklim. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026