Logo Header Antaranews Sumbar

Inggris Bela Pelatihan Falkland Setelah Protes Argentina

Minggu, 13 April 2014 07:18 WIB
Image Print

London, (Antara/AFP) - Kementerian Luar Negeri Inggris pada Sabtu menepis kecaman Argentina mengenai pelatihan militer Inggris di Kepulauan Falkland, dan mengatakan itu adalah latihan "rutin". Buenos Aires mengutuk manuver, yang dilakukan 14-27 April, sebagai "tindakan agresi" baru terhadap Argentina dan mengatakan pihaknya memanggil dutabesar Inggris untuk menyampaikan protes itu. Kepulauan di Atlantik Selatan yang juga disebut Malvinas itu telah diperintah oleh Inggris sejak 1833, namun Argentina mengklaim sebagai miliknya pada tahun 1982 dan berusaha untuk merebut kendali dalam waktu singkat dalam perang berdarah. Ketegangan-ketegangan muncul kembali antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir setelah Inggris membuka daerah itu untuk eksplorasi minyak. Dalam sebuah pernyataan, seorang Juru Bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan apa yang dimaksud manuver militer itu adalah "latihan rutin di Kepulauan Falkland yang telah dilakukankira-kira dua kali setahun selama bertahun-tahun". Dia mengatakan peringatan awal telah diberikan kepada orang-orang yang bekerja di daerah tersebut, selain kepada Argentina dan badan-badan hidrografi serta maritim internasional. Presiden Argentina Cristina Kirchner mengklaim awal bulan ini bahwa Falklands diposisikan sebagai pangkalan nuklir aliansi NATO, yang Inggris adalah anggotanya. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Sabtu mengatakan :"Bahwa klaim-km Argentina bahwa kami "memiliterisasi" Atlantik Selatan sepenuhnya salah. Pasukan Inggris berkali-kali menolak untuk setidaknya mempertahankan kepulauan itu. "Argentina mengisyaratkan bahwa Inggris berusaha untuk mengancam militer Argentina sendiri atau kawasan yang lebih luas adalah sepenuhnya tanpa dasar, karena itu mengisyaratkan bahwa kami menyebarkan senjata nuklir di wilayah tersebut." (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026