
Moskow Tuduh Nato Kumandangkan "Ancaman Rusia"

Moskow, (Antara/Xinhua-OANA) - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan mati-matian berusaha mencari musuh geopolitik baru untuk memperkuat aliansi tersebut, dan situasi di Ukraina adalah peluang sempurna mereka untuk mewujudkan itu, kata seorang diplomat senior Rusia, Senin (7/4). "Tak seorang pun mengancam aliansi tersebut dari Timur," kata Wakil Tetap Rusia untuk NATO Alexander Grushko di dalam satu wawancara yang disiarkan di jejaring Kementerian Luar Negeri Moskow. "Kampanye yang tak pernah terjadi sebelumnya seputar ancaman Rusia" hanya memiliki satu-satunya sasaran untuk membujuk pendapat masyarakat bahwa kembalinya NATO bagi pengamanan ancaman dari Timur, terhadap keamanan bersama, adalah tindakan di jalur yang benar," kata Grushko, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Ia menggambarkan pemulihan strategi pengamanan sebagai kecenderungan yang sangat berbahaya, yang akan merusak kestabilan situasi militer dan menyulut perasaan Perang Dingin. "Akan sulit untuk keluar dari pergolakan itu," ia memperingatkan. Diplomat tersebut juga mengingatkan agar NATO tidak meningkatkan kehadiran militer Barat di negara Eropa Timur, sebab langkah semacam itu akan "sangat merusak sistem kewajiban timbal-balik antara Rusia dan NATO". Pekan sebelumnya, setelah Amerika Serikat menyatakan Washington telah mengirim beberapa jet tempur untuk berpatroli di Laut Baltik, menggelar selusin lagi di Polandia dan mengirim satu kapal penghancur ke Laut Hitam, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuntut aliansi Atlantik Utara tersebut untuk menjelaskan bagaimana penambahan militer blok itu baru-baru ini bisa sejalan dengan berbagai kesepakatan bilateral yang ada. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
