
20 Gerilyawan Tewas Dalam Penyergapan Militer di Dekat Damaskus

Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Sebanyak 20 gerilyawan tewas pada Senin oleh militer Suriah di bagian utara Ibu Kota negeri itu, Damaskus, demikian laporan kantor berita resmi Suriah, SANA. Dalam satu penyergapan, prajurit militer Suriah menghapuskan 20 gerilyawan dan menangkap beberapa orang lagi di Kota Industri Adra, sebelah utara Damaskus, saat mereka berusaha melarikan diri ke arah pinggiran Damaskus, Dumair, kata SANA. Penyergapan tersebut adalah yang paling akhir dalam serangkaian operasi militer yang berhasil dan dilancarkan oleh prajurit Suriah. Selama itu, 10 gerilyawan telah tewas dalam beberapa hari belakangan. Sementara itu, stasiun TV pan-Arab --Al-Mayadeen-- melaporkan pasukan Suriah juga menyergap satu kelompok lain gerilyawan di antara Kota Kecil Ein Al-Hasan dan As-Saen, di sebelah timur Kota Homs di Suriah Tengah pada Senin, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin petang. Tentara Suriah menewaskan dan melukai lebih dari 20 gerilyawan. Stasiun TV tersebut menyatakan jumlah korban jiwa akibat penyergapan militer Pemerintah Suriah terhadap gerilyawan naik jadi 63 di Daerah Jouret Ash-Shaiah di Homs, yang berlangsung pada Ahad (6/4), termasuk beberapa komandan lapangan gerilyawan. Tentara Suriah belum lama ini telah menangkap beberapa desa dan kota kecil di Suriah Tengah, dan memotong jalur utama pasokan bagi gerilyawan dari Lebanon, yang bertetangga. Militer Suriah juga meningkatkan tekanan terhadap kelompok bersenjata di pinggiran Damaskus dan mencegah beberapa upaya untuk menyerbu ibu kota. Serangan militer dan pengetatan pengepungannya terhadap beberapa tempat bergolak membuat gerilyawan meningkatkan serangan mortir mereka terhdap aman di Damaskus, dengan harapan bisa mengalihkan perhatian pemerintah dan mengurangi tekanan atas daerah tegang. Lebih dari 150.000 tewas dan juta orang kehilangan tempat tinggal di Suriah oposisi memulai protes pada 2011, yang belakangan berubah menjadi perang antara militer Suriah dan gerilyawan bersenjata. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
