Logo Header Antaranews Sumbar

Penyidik Kejagung Periksa Mantan Direktur Angkasa Pura

Rabu, 2 April 2014 19:58 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), Rabu, memeriksa mantan Direktur Keuangan Pt Angkasa Pura II, Fadil Wahab, sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan "Air Traffic Control" (ATC) simulator pada perusahaan tersebut. "Yang bersangkutan ditanyai penyidik soal proses pengajuan anggaran dalam RUPS mengenai kebutuhan akan adanya ATC di Pt Angkasa Pura II," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi di Jakarta, Rabu. Penyidik juga menanyakan soal pola kerja dari ATC Simulator serta manfaatnya. "Termasuk keadaannya saat ini, apakah dapat dipergunakan atau tidak," katanya. Penyidik juga memeriksa dua saksi lainnya, yakni, Maryanto dan Liliek Surahman (peserta Factory Acceptance ATC Simulator. Kejagung sudah menetapkan lima tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan "Air Traffic Control" (ATC) Simulator tahun 2014. Kelima tersangka itu, yakni, Endar Muda Nasution (EMN), Pensiunan PT Angkasa Pura II (Inventory Fixed Assed Manager), Novaro Martodihardjo (EM), Pensiunan PT Angkasa Pura II (Kasubdit Air Traffic Service), Susianto (S) Pensiunan PT. Angkasa Pura II (Manager Electronic Fasility Planing). Sutianto (S) Pensiunan PT. Angkasa Pura II (Air Traffic Service Planing and Quality Assurance Manager) dan Reza Gunawan (RG) Direktur Utama PT Toska Citra Pratama. Kapuspenkum menjelaskan kerugian keuangan negara dari pekerjaan proyek yang tidak sesuai peruntukannya itu sebesar Rp7.453.443.000. Dia mengatakan, pengadaan ATC itu sangat penting sebagi alat untuk mensimulasikan semua kegiatan yang dilakukan pengendali lalu lintas penerbangan, baik pengendalian pendaratan maupun perjalanan pesawat. Alat tersebut juga digunakan sebagai indikator kompetensi pengetahuan dan kemahiran seluruh pengendalian lalu lintas udara di lingkungan Angkasa Pura. "Selain itu juga sebagai alat untuk mengevaluasi prosedur pengendalian lalu lintas penerbangan," katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026