Logo Header Antaranews Sumbar

Libya Bebaskan Tiga Warga yang Membajak Kapal Minyak

Rabu, 2 April 2014 06:52 WIB
Image Print

Tripoli, (Antara/AFP) - Tiga warga Libya yang membajak kapal pengangkut minyak curian telah dibebaskan sebagai kesepakatan dengan para gerilyawan yang menutup sejumlah pelabuhan, kantor berita pemerintah, Lana, melaporkan, Selasa. "Jaksa penuntut umum memutuskan untuk membebaskan tiga orang tersangka yang memaksa kapten dan awak kapal minyak untuk memasuki pelabuhan As-Sidra serta mencuri minyak Libya," katanya. Bulan lalu, kapal tanker Morning Glory menghalau Angkatan laut Libya di luar pelabuhan As-Sidra --yang dikuasai para gerilyawan yang meminta otonomi dari Tripoli --setelah mencuri 234.000 barel minyak mentah. Pada 17 Maret, AL Amerika Serikat membantu menaklukkan kapal tersebut di wilayah timur Laut Tengah dan memandunya kembali ke Libya. Tiga warga Libya serta 21 awak kapal dari berbagai kebangsaan di atas kapal milik warga Mesir itu diserahkan ke polisi. Belum ada keterangan mengenai nasib para awak kapal namun diperkirakan bahwa mereka juga akan dibebaskan. Pembebasan warga Libya itu mendapat protes dari para hakim dan pengacara yang berunjukrasa di depan kantor penuntut umum pada Selasa untuk menentang campur tangan politik dalam kasus tersebut. Seorang staf dari kantor kejaksaan mengatakan bahwa pembebasan itu dilakukan atas tekanan dari pihak berwenang, yang mencari kesepakatan untuk membuka kembali pelabuhan-pelabuhan yang ditutup oleh para gerilyawan. Langkah tersebut dilakukan setelah sumber-sumber pemerintah dan gerilyawan mencapai kesepakatan dengan segera. Kelemahan pemerintah Tripoli dalam menangani kapal Morning Glory membuat negara itu mengalami krisis terbesar sejak kejatuhan Moamar Gaddafi oleh NATO pada 2011. Kapal tersebut berhasil melarikan diri dari pihak berwenang yang bersumpah akan mengerahkan segala upaya untuk menghentikannya, sehingga makin menegaskan kelemahan pemerintah pusat dalam menghadapi gerilyawan bersenjata. Kelompok gerilyawan menekan pemerintah untuk meminta otonomi di wilayah Cyrenaica di bagian timur dengan menutup terminal pada sejumlah pelabuhan di wilayah timur sejak Juli. Tindakan tersebut telah menurunkan ekspor minyak Libya dari jumlah 1,5 juta barel per hari menjadi 250.000 barel. Morning Glory semula adalah kapal berbendera Korea Utara, namun Pyongyang mengatakan telah membatalkan dan menghapus pendaftarannya karena digunakan untuk mengangkut barang selundupan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026