Logo Header Antaranews Sumbar

Wakil Menlu Iran Seru Turki, Suriah Tahan Diri

Senin, 24 Maret 2014 13:02 WIB
Image Print

Teheran, (Antara/IRNA/AFP) - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian Ahad menyuarakan keprihatinan atas ketegangan militer antara Suriah dan Turki, dan meminta kedua pihak untuk menunjukkan pengendalian diri. "Pendekatan militer bukan saja tidak memecahkan masalah, tetapi akan membuat hal-hal menjadi rumit," kata Amir Abdollahian. Dia menegaskan bahwa Teheran dan Ankara serius mengejar resolusi damai terhadap krisis Suriah, dan mengatakan, "Iran dan Turki menentukan dalam kampanye mereka melawan terorisme dan mereka menyambut setiap solusi politik." Pernyataan Amir Abdollahian muncul setelah Turki menghantam jet tempur Suriah dan Suriah menyebut langkah tersebut merupakan langkah agresif terang-terangan terhadap wilayah Turki. Suriah menuduh Ankara dari melakukan "agresi mencolok" pada Minggu setelah Turki menembak jatuh pesawat perangnya dekat perbatasan, meningkatkan ketegangan para loyalis Suriah dan pemberontak yang berjuang untuk menguasai penyeberangan perbatasan. Turki, yang mendukung pemberontakan terhadap Presiden Bashar al- Assad, memperingatkan Damaskus terhadap pengujian tekad dan janjinya memberikan respon keras jika pesawat-pesawat tempur Suriah melanggar wilayah udaranya lagi. Ini adalah insiden paling serius sejak pesawat-pesawat tempur Turki September lalu menjatuhkan sebuah helikopter Suriah yang mengatakan bahwa Ankara adalah hanya dua kilometer di dalam wilayah udaranya. Satu sumber militer Suriah mengatakan, Turki menembak jatuh pesawat perang yang "mencolok dalam suatu tindakan agresi yang merupakan bukti dukungan (Perdana Menteri Turki Recep Tayyip)Erdogan terhadap kelompok-kelompok teroris". Pesawat "mengejar kelompok teroris di dalam wilayah Suriah diKasab", kata sumber itu, merujuk pada perbatasan yang disengketakan. Sejak Jumat, tentara Suriah dan pemberontak telah bertempur untuk mengendalikan pos perbatasan Kasab di provinsi barat laut Latakia, kta kubu rezim. Pertempuran itu meletus setelah tiga kelompok jihad, termasuk afiliasi Al-Qaida Suriah Front Al-Nusra mengumumkan peluncuran serangan Selasa di Latakia yang dijuluki "Anfal" atau "rampasan perang". Erdogan dan Presiden Turki Abdullah Gul memuji militer Turki sementara Kementerian Luar Negeri memperingatkan Damaskus "untuk tidak menguji keteguhan Angkatan bersenjata Turki". Ankara telah memberitahu PBB dan NATO mengenai kasus ini, katanya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026