
Jet Suriah Bom Gerilyawan di Damaskus

Beirut, (ANTARA/Reuters) - Jet Suriah membom daerah yang dikuasai gerilyawan di Damaskus, Sabtu, kata warga, sementara pemutusan saluran Internet memasuki hari ketiga. Gerilyawan Suriah, yang berusaha menggulingkan Presiden Bashar al-Assad, bentrok dengan militer di daerah paling padat di negeri itu, kata pegiat oposisi. Sedikitnya 40.000 orang telah tewas selama kerusuhan selama 20 bulan, kata mereka. Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia, satu kelompok pemantau yang memiliki hubungan dengan oposisi, mengatakan pesawat tempur membom pinggiran Damaskus, Kafar Souseh dan Darraya. Jika gerilyawan mempertahankan kehadiran di daerah tersebut, mereka akan memiliki pijakan dalam aksi yang berlanjut dari bagian timur-laut sampai barat-daya wilayah luar ibu kota. "Pasukan reguler Suriah berusaha menguasai daerah di sekitar ibu kota dan bentrok dengan petempur gerilyawan," kata Observatorium itu. Gerilyawan -- yang kebanyakan adalah pengikut Sunni dan memerangi Presiden Bashar al-Assad, yang berasal dari masyarakat Alawi, yang memiliki hubungan dengan Syiah --telah meraih wilayah di seluruh Suriah dengan merebut pangkalan militer dan telah melancarkan serangan terhadap Ibu Kota Suriah, Damaskus, pusat kekuasaan Bashar. Sejak Kamis (29/11), bentrokan dilaporkan telah terjadi di Kabupaten Aqraba dan Babilla di pinggiran tenggara Damaskus menuju bandar udara internasional. Peristiwa tersebut secara efektif menutup jalan itu dan membuat EgyptAir serta Emirates menghentikan penerbangan. Stasiun televisi Suriah mengutip pernyataan Kementerian Penerangan bahwa bandar udara Damaskus dibuka pada Sabtu dan jalan menuju ke sana aman, demikian laporan Reuters --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu malam. Namun pegiat oposisi mengatakan bentrokan terus terjadi. Sementara itu ahli jejaring menuduh pemerintah memutus saluran Internet kendati Damaskus menyalahkan "pelaku teror", istilah yang digunakannya untuk oposisi. Kelompok hak asasi manusia telah memperingatkan terputusnnya saluran komunikasi adalah awal dari serangan lebih luas oleh pasukan pemerintah di ibu kota. Pasukan keamanan Suriah dan diplomat mengatakan pemerintah bermaksud memblokir Damaskus tengah dari daerah pinggiran --yang bergolak. Gerilyawan dan pegiat oposisi, Sabtu, mengatakan telah terjadi banyak gangguan komunikasi sejak aksi perlawanan meletus. Abu Yazen, seorang pegiat dari Kota Homs di Suriah tengah, mengatakan satuan gerilyawan telah menggunakan telepon satelit, radio dan Skype untuk mengkoordinasikan diri. "Tak ada Internet atau layanan telepon di Suriah, tapi itu tidak terlalu mempengaruhi pekerjaan kami," kata Yazen kepada Reuters melalui Skype. Pegiat melaporkan bentrokan dan serangan udara di Provinsi Homs, Deir az-Zor, Idlib dan di Aleppo, tempat mereka mengatakan 15 petempur oposisi tewas selama serangan terhadap pangkalan militer di Kota Kecil Khanasser, Sabtu pagi. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
