Logo Header Antaranews Sumbar

Minyak Bervariasi di Asia

Selasa, 18 Maret 2014 16:44 WIB
Image Print
Ilustrasi. (ist)

Singapura, (Antara/AFP) - Harga minyak bervariasi di perdagangan Asia pada Selasa, karena investor tetap memantau memanasnya ketegangan internasional atas Krimea dan menunggu hasil dari pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate untuk pengiriman April, turun 13 sen menjadi 97,95 dolar AS dalam perdagangan sore, sementara minyak mentah Brent North Sea naik 28 sen menjadi 106,52 dolar AS untuk kontrak Mei. "Pelaku pasar tampaknya menunggu gambaran yang jelas tentang kemungkinan ruang diplomasi dalam krisis di semenanjung Laut Hitam," CMC Markets Singapura mengatakan dalam sebuah komentar pasar. Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin menandatangani sebuah dekrit mengakui Krimea sebagai sebuah negara merdeka menyusul pemungutan suara untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia dalam referendum yang telah memicu krisis terburuk Timur-Barat sejak Perang Dingin . Pimpinan negara-negara Barat menanggapinya dengan memberlakukan sanksi terhadap para pejabat lingkaran dalam Putin tetapi gagal menghalangi pemimpin Rusia dari mengejar tujuannya mencaplok Krimea. Lebih dari 70 persen dari ekspor gas dan minyak Rusia ke Eropa melewati Ukraina dan investor khawatir bahwa sanksi terhadap Moskow bisa mengganggu pasokan dari negara itu. Pedagang juga fokus pada pertemuan kebijakan yang dipimpin oleh ketua baru Federal Reserve AS Janet Yellen pada Selasa dan Rabu. Bank sentral AS diperkirakan akan memangkas lebih lanjut program stimulus besarnya, karena ekonomi Amerika perlahan-lahan pulih. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026