Logo Header Antaranews Sumbar

Harga Minyak Dunia Bervariasi di Asia

Kamis, 30 April 2015 16:10 WIB
Image Print
Ilustrasi.

Singapura, (Antara/AFP) - Harga minyak dunia bervariasi di perdagangan Asia, Kamis, setelah pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama jauh di bawah perkiraan, tetapi dolar yang melemah dan berkurangnya produksi minyak mentah AS memberikan dukungan, kata para analis.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Juni naik dua sen menjadi 58,60 dolar AS di perdagangan sore, sementara minyak mentah Brent untuk Juni turun 28 sen menjadi 65,56 dolar AS per barel.

Departemen Perdagangan AS pada Rabu mengatakan bahwa ekonomi terbesar dan negara konsumen minyak utama di dunia itu terhenti pada kuartal pertama tahun ini, tumbuh pada laju tahunan hanya 0,2 persen, jauh lebih lambat dari pertumbuhan 1,0 persen yang diperkirakan oleh para analis.

"Dalam ekonomi yang mengglobal ini, akan sulit untuk membayangkan ekonomi AS lepas landas pada lintasannya sendiri -- dalam tingkat sangat besar -- karena bagian dunia lainnya masih berjuang melawan gravitasi deflasi," kata Nicholas Teo, analis pasar pada CMC Markets.

"Namun, pelemahan dalam angka (pertumbuhan) ... agak mencolok, terutama terhadap latar belakang pemulihan pasar pekerjaan yang mantap selama tahun lalu," katanya.

Howie Lee dari Phillip Futures, mengatakan pertumbuhan buruk "menunjukkan masalah yang medalam" karena ekspor melambat, investasi bisnis menurun dan konsumen menahan pengeluaran meskipun ada penghematan dari harga minyak yang lebih rendah.

"Banyak yang bersiap untuk hasil mengecewakan, tetapi (pertumbuhan) pada 0,2 persen itu mungkin terperangkap bahkan yang paling bearish," katanya.

Analis lain mengatakan greenback yang lemah membantu mendukung harga, karena minyak yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah, sehingga memacu permintaan.

Tanda-tanda pemotongan produksi minyak AS, faktor kunci dalam kelebihan pasokan global yang telah mendorong harga terjun sebanyak 60 persen sejak Juni tahun lalu, juga mendukung harga.

Persediaan di pusat terminal minyak utama AS di Cushing, Oklahoma, dilaporkan turun untuk pertama kalinya sejak akhir November, data AS menunjukkan. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026