Pekanbaru, (Antara) - Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Indonesia (Astindo) Riau menyatakan paling sedikit sebuah perusahaan travel agen melakukan refund (pengembalian uang) tiket maskapai sebesar Rp22 juta per hari selama kabut asap melanda provinsi itu. "Kalau agen travel seperti perusahaan saya misal, per hari itu ada sekitar 30 konsumen yang melakukan refund. Kalau dikalikan Rp750 ribu per tiket, sudah Rp22,5 juta untuk proses refund," ujar Ketua Astindo Riau Suhardie di Pekanbaru, Selasa. Dengan besaran angka yang harus dikembalikan per hari kepada masing-masing calon penumpang maskapai, lanjutnya, maka pihaknya selaku pemimpin perusahaan angen penjualan tiket di Riau yang mempunyai anggota merasa keberatan. Karena perusahaan agen travel merasa semakin besar biaya yang harus dikeluarkan kepada sebuah perusahaan maskapai ketika melakukan deposit dana (top up) membeli tiket dan kemudian membayar refund yang diajukan oleh konsumen. "Sebagaian maskapai penerbangan menyerahkan kepada travel agen. Padahal, tidak semua maskapai dalam melakukan proses refund gampang dilakukan. Kadang-kadang ada jua proses refund yang lumayan rumit dilakukan," katanya. Seharusnya, menurut dia, ada koordinasi yang baik antara maskapai dan agen travel karena di satu sisi calon penumpang tidak mau tahu dan mereka mengigingkan cepat dilakukan proses refund dilakukan. "Kami di sini ingin memberikan pelayanan terbaik kepada calon penumpang dan itu harus didukung maskapai. Semua agen travel mengalaminya tidak hanya di Riau, tetapi semua rute-rute dometik dan internasional seperti Malaysia serta Singapura," ucapnya. Maskapi penerbangan menyetop operasi di Bandar Udara Internsional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sementara dengan alasan cuaca yang bisa membahayakan penumpang, setelah melakukan pengalihan pendaratan ke bandara terdekat selama beberapa hari. Sebanyak 16 maskapai penerbangan telah menghentikan seluruh rute penerbangan baik domestik dan internasional menuju ke Pekanbaru mulai Kamis (13/3), hingga Sabtu (15/3), akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan Riau. Kebijakan itu diambil maskapai yang tergabung dalam Komite Operator Maskapai Penerbangan (Airlines Operator Comittee/AOC) Kota Pekanbaru setelah melihat tidak ada keseriusan pemerintah dalam menanggulangi kabut asap yang melumpuhkan operasional Bandar Udara Internsional Sultan Syarif Kasim II. "Seluruh penerbangan dihentikan sampai tanggal 15 Maret. Ada kemungkinan diperpanjang, apabila kondisi asap tidak kunjung membaik," ucap Ketua AOC Kota Pekanbaru, Ahmad Nixon. (*/sun)
Berita Terkait
Empat ruas jalan terendam banjir di Jakut akibat hujan deras
Kamis, 22 Januari 2026 12:02 Wib
Polisi Jambi evakuasi delapan pekerja tambang meninggal akibat longsor
Rabu, 21 Januari 2026 13:22 Wib
Lima tahun berdiri, RSUD Bukittinggi komitmen tingkatkan layanan dan profesionalitas
Rabu, 21 Januari 2026 12:13 Wib
Melonjak, 1.440 WNI korban 'scam' datangi KBRI Phnom Penh dalam 5 hari
Rabu, 21 Januari 2026 11:15 Wib
Pemerintah siapkan Rp667 miliar untuk pulihkan Jalan Malalak
Selasa, 20 Januari 2026 10:12 Wib
Pemprov Sumbar siapkan Rp2 miliar perbaiki irigasi untuk aliri 5.500 ha sawah
Senin, 19 Januari 2026 18:24 Wib
Kementan siapkan anggaran pemulihan sawah rusak akibat bencana
Senin, 19 Januari 2026 9:52 Wib
Sumbar siapkan Rp2 miliar perbaiki irigasi untuk aliri 5.500 ha sawah
Sabtu, 17 Januari 2026 15:34 Wib
