
Korut Ancam akan Menggerakkan Kekuatan Nuklir

Seoul, (Antara/AFP) - Korea Utara mengancam akan memperlihatkan kekuatan nuklirnya melalui langkah yang dikatakan para analis bisa menunjukkan bahwa rezim itu sedang bersiap-siap melakukan uji coba atom keempat kalinya di tengah perundingan soal perlucutan senjata nuklir yang telah lama mengalami kebuntuan. Komisi Pertahanan Nasional berkuasa (NDC), yang dipimpin oleh pemimpin Korut Kim Jong-Un, mengatakan hari Jumat bahwa Korut akan meneruskan upaya-upaya "untuk meningkatkan ancaman nuklirnya untuk mempertahankan diri". "Dan langkah-langkah tambahan akan diambil untuk memperlihatkan satu demi satu kekuatan selama ancaman nuklir dan pemerasan yang dilakukan Amerika Serikat terus berlangsung hingga kini," tambahnya dalam pernyataan yang dimuat oleh media pemerintah Pyongyang. Korea Utara dan sekutu utamanya, China, menginginkan agar perundingan enam pihak soal program senjata nuklir Korut dimulai kembali, namun baik Washington maupun Seoul sama-sama bersikeras bahwa Pyongyang harus terlebih dahulu menunjukkan sejumlah komitmen nyata untuk meninggalkan senjata nuklir. "AS sebaiknya menarik kebijakannya yang penuh permusuhan terhadap DPRK (Korea Utara) sesegera mungkin dan membangun kebijakan baru yang realistis sebelum terlambat," tambah pernyataan NDC itu. Pada bulan Maret tahun lalu, militer Korea Utara menempatkan unit-unit roket "strategis"nya pada posisi perang dan mengancam akan menghantam target-target di tanah daratan AS, Hawaii dan Guam, demikian juga terhadap Korea Selatan saat ketegangan meningkat. Kendati peluncuran roket jarak jauh sukses dilakukan pada Desember 2012, sebagian besar pakar meyakini bahwa Korea Utara masih membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum dapat membangun peluru kendali balistik antarkontinen yang mampu menghantam wilayah daratan Amerika Serikat. Para analis di Seoul mengatakan pernyataan NDC hari Jumat menunjukkan bahwa Korea Utara sedang mempertimbangkan tiga pilihan, yaitu melakukan uji coba nuklir keempat kalinya, menembakkan roket jarak jauh dan mengungkapkan kemajuan programnya dalam mengembangkan uranium. Korea Utara sebelumnya melakukan uji coba nuklir pada tahun 2006, 2009 dan bulan Februari tahun lalu. "Peringatan ini bukan tentang aksi yang akan segera terjadi melainkan sebuah ekspresi dari rasa frusrasi terhadap Washington, yang menolak untuk bergerak sedikitpun kendati Beijing telah melakukan upaya-upaya untuk menariknya kembali ke perundingan," kata Profesor Yang Moo-Jin kepada AFP. Profesor Kim Yeon-Chul dari Universitas Inje mengatakan Korea Utara kemungkinan akan mempertimbangkan untuk melakukan uji coba menggunakan uranium yang telah dikembangkannya selama lebih dari dua tahun untuk menambah persenjataannya yang berbasis plutonium. NDC menekankan bahwa Korea Utara tidak akan pernah melakukan langkah pertama dan universal menuju penghentian program senjata nuklirnya kendati AS menekan untuk melakukan penghentian itu. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
