
Perdana Menteri Libya Dipecat Gara-gara Kapal Tangki Lari

Tripoli, (Antara/AFP) - Perdana menteri Libya dipecat oleh parlemen pada Selasa setelah kapal tangki yang membawa minyak mentah dari terminal dikuasai pemberontak menerobos blokade angkatan laut dan lari ke laut lepas, yang menandakan kelemahan pemerintah pusat. Mosi tidak percaya disetujui oleh 124 dari 194 anggota Kongres Nasional Umum (GNC), empat lebih banyak dari mayoritas diperlukan, kata anggota parlemen. Perdana menteri yang disingkirkan itu Ali Zeidan untuk sementara digantikan oleh Menteri Pertahanan Abdullah al-Thani, yang dilantik sebagai perdana menteri sementara sampai pengganti tetap dipilih dalam dua pekan, kata satu pernyataan GNC. Zeidan, seoran independen yang didukung kelompok liberal, terbukti tidak mampu mengendalikan bekas milisi pemberontak yang menguasai daerah mereka sendiri setelah pemberontakan tahun 2011 yang mengakhiri kekuasaan empat dasawarsa Muamar Gaddafi. Perdana itu pernah diculik sebentar oleh bekas milisi pemberontak di tengah ibu kota Tripoli Oktober tahun lalu. Pada Selasa, dalam satu penghinaan terhadap Zeidan, satu kapal tangki Korea Utara yang memuat minyak dari satu terminal yang dikuasai pemberontak di daerah timur lari setelah kapal-kapal angkatan laut dikerahkan untuk mencegatnya. Kapal Morning Glory, yang berlabuh di terminal minya Al-Sidra Sabtu dilaporkan memuat setidaknya 234.000 barel minyak mentah, adalah kapal pertama melakukan hal itu dari satu terminal minyak yang dikuasai pemberontak sejak perlawanan terhadap para penguasa Tripoli meletus Juli lalu. Pemerintah Zeidan mengancam dengan tindakan militer, bahkan serangan udara untuk mencegah kapal tangki itu mengangkut minyak yang dibeli dari pemerintah otonomi yang diumumkan sendiri tanpa wwewenang Perusahaan Minyak Nasional Libya milik negara. Tetapi cuaca buruk menghambat kapal-kapal kecil milik angkatan laut -- sebagian besar kapal patroli cepat untu mengejar kapal tangki besar yang lari ke laut Mediterania, kata para anggota parlemen. Kapal-kapal perang telah dikerahan untuk menghambat Morning Glory setelah Menteri Kebudayaan Amin al-Habib Ajad memperingatkan bahwa kapal tangki itu akan "menjadi satu tumpukan metal" jika berusaha meninggalkan pelabuhan itu. Pemeritnah mengatakan satu satuan tugas yang terdiri atas pasukan reguler dan bekas milisi pemberontak dibentuk untuk membawa pelabuhan-pelabuhan yang dikuasai pemberontak kembali berada di bawah kendali pemerintah dalam sepekan. Pertikaian antara Tripoli dan pemberontak di daerah timur telah menyebabkan ekspor minyak Libya menurun dari 1,5 juta barel per hari menjadi hanya 250.000 barel yang menyebabkan pendapatan penting negara Afrika Utara itu merosot tajam. Bekas pemberontak, yang menguasai terminal-terminal ekspor minyak Juli lalu menuntut pemulihan otonomi yang wilayah timur Cyrenaica peroleh pada 12 tahun pertama setelah kemerdekaan Libya tahun 1951. Zeidan memperingatkan bahwa negara itu akan meghadapi kekacauan jika ia digulingkan tanpa satu konsensus mengenai penggantinya. Tetapi para anggota parlemen marah atas kegagalan pemerintah untuk melaksanakan ancamannya menghentikan kapal itu dengan kekuatan militer jika perlu. Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Jen Psaki mengataan Washington akan terus mendukung pemerintah Libya yang dipilih secara demokratis dan rakyatnya. "Kami menghormati kepemimpinan perdana menteri itu, yang memimpin pada saat yang sulit dalam transisi Libya," tambahnya. Sejak Zeidan memangku jabatannya November 2012, ia dan GNC saling menyalahkan atas kesengsaraan yang dihadapi rakyat negara itu. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
