Logo Header Antaranews Sumbar

AU Malaysia Sangkal Lacak Pesawat Hilang ke Selat Malaka

Rabu, 12 Maret 2014 11:54 WIB
Image Print

Kuala Lumpur, (Antara/Reuters) - Kepala Staf Angkatan udara Malaysia membantah laporan media bahwa terakhir militer melacak pesawat jet Malaysia Airlines yang hilang di atas Selat Malaka, jauh dari tempat pesawat itu terakhir melakukan kontak dengan kontrol lalu lintas udara sipil. Hal itu terjadi ketika pesawat tersebut menghilang empat hari yang lalu dalam penerbangan dari dari bandara Kuala Lumpur dengan tujuan Beijing. "Saya ingin menyatakan bahwa saya tidak membuat pernyataan seperti itu," kata Kepala Angkatan Udara Rodzali Daud dalam sebuah pernyataan pada Rabu. Selat Malaka, salah satu lintasan laut tersibuk di dunia, terbentang di sepanjang pantai barat Malaysia. Maskapai ini mengatakan pada penerbangan Sabtu, yang membawa 227 penumpang dan 12 awak, melakukan kontak terakhir di kota pesisir Malaysia timur laut Kota Bharu. Sebelumnya China menegaskan telah mengerahkan 10 satelit untuk membantu dalam pencarian udara dan laut besar-besaran untuk pesawat Malaysia yang hilang itu, kata Harian Tentara Pembebasan Rakyat pada Selasa. Satelit-satelit itu akan menggunakan pencitraan bumi dengan kemampuan resolusi tinggi, pencitraan cahaya tampak dan teknologi lainnya untuk "mendukung dan membantu dalam operasi pencarian serta penyelamatan untuk pesawat Malaysia Airlines itu", kata surat kabar itu dalam satu artikel yang juga dimuat di situs kementerian pertahanan. Puluhan kapal dan pesawat udara dari 10 negara menjelajahilaut sekitar Malaysia dan selatan Vietnam saat pertanyaan menumpuk atas penyimpangan keamanan yang mungkin terjadi dan apakah sebuah bom atau upaya pembajakan bisa menjatuhkan Boeing 777-200ER yang lepas landas dari ibu kota Malaysia , Kuala Lumpur itu. China telah mendesak Malaysia untuk mempercepat pencarian pesawat itu. Sekitar dua-pertiga dari 227 penumpang dan 12 awak yang sekarang dianggap telah meninggal di dalam pesawat adalah warga China. Satelit China juga akan membantu dalam pemantauan cuaca,komunikasi dan operasi pencarian di daerah di mana pesawat itumenghilang, kata surat kabar itu. China juga akan memperkuat sistem navigasi Beidou dengan kemampuan pemantauan satelit untuk "memberikan navigasi handal bagi operasi penyelamatan dan dukungan komunikasi". Nasib 239 penumpang yang ada di dalam pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370, termasuk tujuh warga negara Indonesia, hingga kini masih dalam pencarian. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026