
Libya Cegat Tanker Bermuatan Minyak Pemberontak

Benghazi, Libya, (Antara/AFP) - Pemerintah Libya mencegattanker berbendera Korea Utara pada Senin yang telah memuat minyak mentah dari pelabuhan timur yang dikuasai pemberontak, saat konflik atas pendapatan minyak utama di negara itu meningkat. Mantan pemberontak yang menyerukan otonomi untuk wilayah Cyrenaica timur telah memblokade pelabuhan Al-Sidra dan terminal ekspor timur penting lainnya sejak Juli. Namun kapal Morning Glory berbendara Korea Utara, yang berlabuh di Al-Sidra pada Sabtu, adalah kapal pertama yang mengambil minyak mentah dari pelabuhan yang dikuasai pemberontak sejak kebuntuan dengan pemerintah pusat dimulai. Para pejabat mengancam aksi bersenjata jika diperlukan untuk menghentikannya ke laut dan mengumumkan bahwa gugus tugas militer yang dibentuk untuk merebut pelabuhan yang dikuasai pemberontak kembali di bawah kendali pemerintah. "Angkatan Laut dan pasukan revolusioner mengendalikan tanker Morning Glory dan mengawal ke pelabuhan yang dikendalikan negara," kata badan tertinggi legislatif dan badan eksekutif negara, Kongres Umum Nasional, di situsnya. Menteri Perminyakan Omar al-Shakmak telah mengatakan sebelumnya bahwa kapal telah dicegat Minggu malam dan dimasukkan kembali ke laut. Kapal berkapasitas 350.000 barel itu hanya memuat 234.000 barelminyak mentah, kata anggota tim krisis pemerintah. Kapal-kapal perang telah dikerahkan untuk memblokir Morning Glory setelah Menteri Kebudayaan Amin al-Habib memperingatkan pada Minggu bahwa tanker itu akan "berubah menjadi tumpukan metal" jika mencoba meninggalkan pelabuhan. Kementerian pertahanan juga telah mengerahkan angkatan udara, kata Kantor Berita resmi LANA. Washington mengatakan Minggu "sangat prihatin " atas pemuatan minyak yang "diperoleh tidak sah". "Tindakan ini bertentangan dengan hukum dan jumlah pencurian dari rakyat Libya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki. " Minyak milik Libya National Oil Company (yang dikelola negara) dan perusahaan mitra usaha patungan." Pemerintah pusat Libya yang lemah telah berjuang untuk mengendalikan mantan pemberontak yang menggulingkan diktator lama Moamer Kadhafi dalam pemberontakan 2011. Minyak adalah sumber utama pendapatan bagi Libya, yang mengikuti blokade produksi terminal jatuh dari 1,5 juta barel per hari menjadi hanya 250.000 barel per hari. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
