
Putin Katakan Kepada Merkel-Cameron Bahwa Referendum Krimea Sah

Moskow, (Antara/RIA Novosti/AFP) - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam percakapan telepon dengan para pemimpin Jerman dan Inggris Minggu bahwa keputusan Krimea untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia dalam kerangka hukum internasional. Badan pers Kremlin mengatakan dalam satu pernyataan bahwa Putin membahas upaya-upaya internasional untuk menyelesaikan krisis di Ukraina dan wilayah separatis Krimea dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris David Cameron. "Putin menekankan, khususnya, bahwa langkah yang diambil oleh pemerintah yang sah di Krimea didasarkan pada hukum internasional dan dimaksudkan untuk membela kepentingan yang sah dari warga Krimea," kata pernyataan itu. Krisis politik di bekas republik Soviet itu telah menyebabkan kebuntuan saat ini antara Rusia dan Barat atas nasib Krimea, daerah otonom dengan penduduk etnis mayoritas Rusia. Pihak berwenang Krimea telah menolak untuk mengakui pemerintah pusat baru di Kiev sah, setelah menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych akhir bulan lalu, dan pada Kamis mereka mengumumkan keputusan untuk menjadi bagian dari Rusia. Ukraina telah kehilangan kontrol atas Krimea dalam beberapa hari terakhir, karena ribuan tentara tanpa lencana menyerbu daerah itu, mengambil kendali gedung-gedung administrasi dan mengambil alih pangkalan militer. Kremlin membantah mereka Rusia, dan mengatakan mereka aaah milisi lokal. Kanselir Jerman mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu bahwa ia menganggap referendum yang akan diselenggarakan di Krimea bulan ini mengenai penggabungan dengan Rusia adalah "tidak sah." "Kanselir menegaskan sikap tegas Jerman bahwa apa yang disebutreferendum 16 Maret tentang Krimea adalah ilegal. Ini bertentangan dengan Konstitusi Ukraina dan hukum internasional," kata juru bicaranya, Steffen Seibert, menjelaskan pembicaraan telepon antara kedua pemimpin. Dalam pesan dengan kata-kata keras, Merkel juga mengatakan bahwa dia "menyesalkan kurangnya kemajuan yang telah dibuat dalam membentuk sebuah kelompok kontak internasional untuk membantu menemukan jalan politik dan solusi untuk menyelesaikan konflik di Ukraina". Seibert menambahkan bahwa Kanselir Jerman telah menekankan perlunya segera untuk menemukan hasil di daerah ini. Merkel juga membahas situasi Ukraina selama percakapan telepondengan Presiden China Xi Jinping. Menurut Seibert, Xi mengatakan ia berharap untuk ditemukannya solusi politik "melalui dialog". "Dia menekankan bahwa mengakhiri krisis harus didasarkan pada hukum internasional," katanya. Sebuah pernyataan yang dirilis oleh Moskow setelah percakapan Merkel dengan Putin - dan percakapan berikutnya antara pemimpin Rusia dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron - menegaskan bahwa sikap Kremlin untuk mengirimkan pasukan Krimea pro-Rusia adalah "tidak sah". Putin diharapkan terutama untuk menekankan bahwa "kepemimpinan yang sah di Krimea adalah mengambil tindakan berdasarkan hukum internasional dan dengan tujuan menjamin kepentingan yang sah penduduk di semenanjung itu," kata Moskow. Referendum akan diselenggarakan di Krimea pada 16 Maret untuk melihat apakah Wilayah Ukraina selatan itu ingin segera menjadi bagian dari Federasi Rusia. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
