
Arif Wibowo Dukung KPU Sediakan Surat Suara Braile

Jakarta, (Antara) - Wakil Ketua Komisi II DPR Arif Wibowo mendukung keinginan para penyandang difabel tunanetra yang mendesak Komisi Pemilihan Umum menyediakan kertas surat template braile. "Saya dukung penuh keinginan para difabel tuna netra ini. Dan KPU harus segera tindak lanjuti dengan membuat surat suara dengan templet braile," kata wakil ketua Komisi II Arif Wibowo saat konferensi pers bersama Forum di Senayan Jakarta, Kamis. Beberapa orang difabel tunanetra yang tergabung dalam Forum Tuna Netra Menggugat mendesak KPU agar menyediakan surat suara template braile untuk pemilu 2009. Lebih lanjut Arif menegaskan dirinya akan segera melakukan komunikasi ke KPU terkait hal ini. Sementara perwakilan Forum Tuna Netra Menggugat, Yudi menegaskan pada pemilu 1999 hingga 2009 selalu disediakan surat suara template baile. "Yang aneh sekarang Kenapa pemilu 2014 ini, dananya lebih besar malah dihilangkan template braile ?," kata Yudi. Menurut Yudi dihilangkannya surat suara dengan template braile merupakan pengingkaran atas hak-hak para tuna netra khususnya soal kerahasiaan. Forum Tuna Netra Menggugat juga menolak dengan tegas keputusan KPU dalam hal penyediaan pendamping bagi pemilih tuna netra. "Kami juga melihat ada indikasi untuk mengarahkan suara tuna netra terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melalui penggunaan pendamping pada pemilih tuna netra. Sementara itu, nggota DPR Rieke Diah Pitaloka menegaskan di seluruh Indonesia terdapat sekitar 1,7 juta jiwa penyandang difabel tuna netra yang terdaftar sebagai pemilih. Menurut Rieke, mereka semua dikawatirkan tidak bisa menggunakan hak pilihnya dan rentan untuk disalah gunakan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
