
SKK Migas Targetkan Lifting 804 Ribu BOPD

Jakarta, (Antara) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan produksi atau lifting minyak bumi sebesar 804 ribu barel per hari (BOPD) pada tahun 2014. "Sesuai dengan rencana kerja anggaran, yang kita usulkan 804 ribu barel," kata Pelaksana tugas SKK Migas, Johanes Widjonarko, usai paparan di Rapat Dengar Pendapat SKK Migas dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Senin. Target tersebut lebih rendah dari target APBN 2014 sebesar 870 ribu BOPD. Sementara itu, lifting gas bumi ditargetkan 1.224 ribu barel minyak equivalen per hari. Dari target lifting minyak dan gas bumi tersebut, penerimaan negara ditargetkan 27.1 miliar dolar AS, lebih rendah dari target APBN 2014 sebesar 30.6 miliar dolar AS. "Target lebih rendah karena beberapa project jadwalnya mundur, tapi utamanya bahwa memang kondisi subsurface itu sendiri menyebabkan performance dari produksi itu turun," jelas Johanes. Berdasarkan paparan SKK Migas, jadwal proyek Onstream mundur (Onstream 2014). Selama tahun 2013 terdapat empat proyek di hulu minyak dan gas bumi yang mengalami kemunduran jadwal onstream yakni Blok Karang-Odira (1100 BOPD), Lapangan Gundih-Pertamina EP (60 MMSCFD), Tarakan Offshore-Manhattan Kalimantan Invs (30 MMSCFD), dan Lapangan NDD 13-CPI Rokan (250 BOPD). Akibat kendala subsurface, decline rate di lapangan eksisting mencapai rata-rata 4.1 persen. "Optimalisasi untuk menurunkan declare rate, kita lakukan pengawasan, terhadap apa yang kita bisa fasilitasi secara internal. Seperti pengadaan, atau segala macam itu. Kemudian dari sisi ketersediaan lahan, karena ini harus didukung dari kegiatan pemboran, untuk mengembangkan maupun untuk proper, serta well service ini yg harus kita jaga," jelas Johanes. Johanes mengatakan, SKK Migas menargetkan ada 206 sumur eksplorasi onshore dan offshore yang diharapkan dapat terealisasi, 1.300 sumur pengembangan, 989 sumur work over dan 33.170 sumur pekerjaan well service. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
