Logo Header Antaranews Sumbar

Pejabat Palestina: Para Pemberontak Tinggalkan Yarmuk Suriah

Senin, 17 Februari 2014 12:40 WIB
Image Print

Damaskus, (Antara/AFP) - Semua petempur oposisi Suriah dikamp pengungsi Palestina Yarmuk, Damaskus selatan, telah ditarik, kata seorang pejabat Palestina kepada AFP, Ahad. Anwar Abdel Hadi, seorang pejabat Organisasi Pembebasan Palestina,mengatakan penarikan itu dilakukan setelah kesepakatan antara pemberontak dan fraksi-fraksi Palestina di Yarmuk. "Tidak ada lagi pejuang asing (Suriah) di kamp, hanya orang-orang bersenjata Palestina yang dikerahkan di pinggiran kamp untuk mencegahorang-orang non-Palestina membawa senjata masuk," katanya. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan kesepakatan itu bisa membantu kemudahan pengepungan tentara yang melumpuhkan lebih dari 200 hari yang lalu yang telah memperangkap ribuan warga sipil dan memicu kelaparan. Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan lebih dari 100 orang telah meninggal akibat malnutrisi dan kurangnya bantuan medis. "Situasi telah menjadi tak tertahankan," kata Abdel Rahman kepada AFP. "Orang-orang lapar dan situasi telah memburuk selama empat bulan lalu, itulah sebabnya perjanjian ini tercapai," tambahnya. Kelompok-kelompok Palestina telah secara teratur mendesak agar kamp tetap netral, tetapi telah menjadi tempat bentrokan reguler dan pengepungan ketat. Bulan lalu, faksi-faksi Palestina merundingkan kesepakatan berdasarkan mana badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, bisa mulai mendistribusikan makanan untuk warga Yarmuk. Dalam operasi ini, 1.500 warga sipil juga dievakuasi. Distribusi bantuan, namun dihentikan pada 8 Februari setelah pertempuran muncul kembali di kamp antara lawan dan pendukung rezim Suriah. Abdel Hadi mengatakan, bantuan bisa masuk kembali ke kamp Yarmuk setelah semua pejuang meninggalkan kamp itu. "Bantuan kemanusiaan dapat dilanjutkan segera setelah proses ituselesai dan lembaga negara kembali ke kamp," katanya. Namun dia mengatakan bahwa itu masih "terlalu dini untuk berbicara tentang akhir dari pertempuran Yarmuk sementara pertempuran sedang berlangsung di kabupaten tetangga Hajar al-Aswad dan Tadamon". Yarmuk dulunya rumah bagi sekitar 150.000 warga Palestina, serta warga Suriah. Tetapi sebagian besar telah dihancurkan oleh pertempuran dan banyak penduduk telah melarikan diri, dengan hanya 18.000 tertinggal di bawah pengepungan yang diberlakukan setelah pemberontakmengambil alih kamp. Pada Sabtu, UNRWA mendesak akses yang diperbarui untuk Yarmuk, memperingatkan bahwa pasokan itu telah disampaikan dan sekarang telah habis dibagikan. "Kami belum mendistribusikan makanan di sana selama sepekan yang secara potensi mengancam untuk mengepung warga sipil yang terperangkap oleh konflik," kata juru bicara UNRWA Chris Gunness. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026