
Korut Naikkan Pangkat Para Komandan Militer

Seoul, (Antara/AFP) - Korea Utara memperingati ulang tahun kelahiran pemimpin Kim Jong-Il almarhum Ahad setelah menaikkan pangkat para pejabat penting militer termasuk komandan satuan roketnya, kata media pemerintah. Kim Rak-Gyom, komandan Komando Pasukan Roket Strategis Tentara Rakyat Korea (KPA) naik menjadi kolonel jenderal atas perintah pemimpin Kim Jong-Un, kata kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) Sabtu malam. Unit itu menguasai program rudal jarak tembak menengah dan jauh. Belasan lain pejabat senior militer juga dinaikkan pangkat mereka menjadi letnan jenderal dan mayor jenderal, kata KCNA. Promosi militer pada babak terbaru itu--sering diumumkan pada ulang tahun politik-- dilakukan pada saat Korut memperingati ulang tahun Kim Jong-Il. Negara itu memperingati ulang tahun para pemimpi-- Jong Il pada 16 Februari dan ayahnya Kim Il-Sung pada 15 April-- sebagai hari-hari libur nasional. Ribuan pejabat partai dan militer berkumpul di ibu kota Pyongyang menjanjikan kesetiaan mereka kepada Jong-Un,gambar televisi menunjukkan Ahad. "Siapapun, marilah berkumpul di sekitar pusat partai yang dipimpin oleh pemimpin besar Kim Jong-Un dan berjuang keras untuk menyelesaikan revolusi" dalam acara yang dipimpin Kim Yong-Nam dalam satu pidato di dalam satu stadion. Massa berdiri dan bertepuk tangan meneriakkan "Mansei (panjang umur)ketika Kim Jong-Un berada di satu podium bersama dengan para pejabat tinggi termasuk Choe Ryong-Hae, direktur biro politik KPA yang dianggap sebagai orang nomor dua negara itu. Jong-Un serta para pemimpin militer dan para kader partai, juga mengunjungi Istana Matahari Kumsusan di ibu kota itu untuk menghormati jenazah-jenazah yang dibalsem ayahnya dan kakeknya, kata KCNA. Penaikan pangkat para personil militer itu dilakukan setelah analisis gambar-gambar satelit baru yang dikirimkan kepada laman 38 North menunjukkan peningkatan kegiatan di lokasi uji coba nuklir utama Korut dan laman itu kendatipun tidak ada tanda-tanda akanada uji coba segera. Satu peluncuran roket yang berhasil oleh Pyongyang Desember 2012 menimbulkan kekhawatiran atas kemampuan rudal yang meningkat negara itu Korut melakukan uji coba rudal yang dapat menghantam Korsel atau Jepang tetapi belum melakukan uji coba rudal balistik antar-benua yang diklaimnya dimilikinya. Keluarga Kim memerintah negara komunis iu selama lebih dari enamdasa warsa dengan tangan besi. Jong-Il, yang meninggal akibat serangan jantung Desember 2011, digantikan oleh putranya Kim Jong-Un. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
