
IPC Pelindo Juarai Ifl2012

Jakarta, (ANTARA) - Juara bertahan IPC Pelindo menang dramatis atas Futsal Kota Bandung (FKB) 4-3 setelah di waktu normal mereka tiga kali mengejar ketertinggalannya pada babak final Indonesian Futsal League (IFL) 2012 di Jakarta, Selasa (27/11)malam. Pemain IPC Randy Satria menjadi bintang lapangan setelah memborong seluruh gol timnya dengan pencapaian tiga gol di waktu normal dan satu gol penentu di babak tambahan waktu melalui titik putih. Pertandingan berjalan alot karena kedua silih berganti memberikan tekanan ke masing-masing lawannya. FKB kerap mencetak gol terlebih dahulu yang membuat mereka unggul untuk sementara. Tapi Randy memberikan respon cepat dengan menyamakan setiap gol yang dicetak lawannya. FKB membuka skor terlebih dahulu melalui penjaga gawangya Asep Irwan saat dia berniat memberikan umpan kepada rekannya saat pertandingan 2x20 menit itu memasuki menit 17. Namun rupanya arah bola yang tidak bisa ditebak mampu memperdaya kiper Yos Adi Wicaksono yang mati langkah sehingga umpan tersebut berbuah menjadi gol. Selang beberapa menit kemudian, Asep Irwan membuat timnya merugi karena salah mengatisipasi tendangan ke dalam hingga bola jatuh tepat di depan Randy sehingga dengan mudah dia menceploskan bola ke gawangnya. Skor sama kuat 1-1 berakhir sampai peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama dibunyikan oleh wasit. Memasuki babak kedua, FKB kembali mencetak gol keunggulan melalui kaki Andri Kustian saat pertandingan baru berjalan dua menit. Tapi keunggulan itu tidak lama terjadi di menit 23 melalui sepak pojok Jaelani Ladjanibi yang diteruskan Randy menjadi gol penyama 2-2. Dua menit kemudian, kiper Yos harus memungut bola dari jalanya setelah pemain FKB Angga Sidik mampu memperdayanya sehingga keunggulan 3-2 membuat FKB merasa di atas angin. Permainan nampak sangat menguntungkan bagi FKB yang membuat mereka menerapkan strategi bermain aman dengan bertahan dan sesekali melancarkan serangan balik berbahaya. Akan tetapi, sejumlah peluang tidak mampu dikonversi dengan baik menjadi gol oleh barisan depan FKB. Merasa peluang menjadi juara berada di ujung tanduk, pemain IPC mencoba menaikkan tempo serangan melalui penjaga gawang yang turut serta naik membantu serangan. Akhirnya, taktik tersebut membuahkan hasil setelah umpan Yos mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Randy yang mencetak gol ketiganya di menit-menit akhir pertandingan. Skor 3-3 tidak berubah sampai waktu normal habis yang berujung pada waktu 2x5 perpanjangan waktu. Pada masa perpanjangan waktu, Randy benar-benar dalam performa terbaiknya setelah mencetak gol kemenangan bagi timnya melalui tendangan penalti. Skor tipis 4-3 untuk keunggulan IPC menjadi angka yang layak bagi ketangguhan mental juara bertahan IPC yang sempat tertinggal gol terlebih dahulu sampai mereka mampu menyamakan kedudukan. Dengan hasil tersebut, ambisi FKB untuk menghancurkan dominasi IPC belum terwujud. Bagi Randy, kontribusinya di dalam pertandingan dia dedikasikan untuk ayahnya. "Saya persembahkan pencapaian saya pada malam hari ini untuk ayah tercinta. Dia memang ingin saya berada di Klub IPC Pelindo," kata dia. Pada musim ini, Randy hampir bergabung bersama Klub FKB tapi karena permintaan ayahnya dia akhirnya memutuskan bermain untuk IPC. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
