
Militer Lebanon Tangkap Perwira Pembelot Suriah

Beirut, (Antara/Xinhua-OANA) - Militer Lebanon, Ahad (9/2), menangkap seorang kolonel pembelot dari Angkatan Darat Suriah di Kota Kecil perbatasan Arsal di Lembah Bekaa, Lebanon Timur, kata National News Agency (NNA). "Mahmoud Abbas, seorang kolonel pembelot Suriah dan anggota Dewan Militer Revolusioner Suriah, ditangkap di Wadi Hmayyed, Arsal," kata laporan itu. Abbas sebelumnya bertugas di front Angkatan Darat Suriah di Al Qusair, kota kecil Suriah yang berdekatan dengan perbatasan Lebanon. Kota kecil itu adalah ajang pertempuran sengit pada pertengahan 2013, saat militer Suriah mengusir gerilyawan dari kubu mereka. Pada Ahad malam, militer Lebanon mengumumkan penangkapan dua warganegara Suriah --Omar Mahmoud Othman dan Radwan Mahmoud Ayyoush-- di Wadi Hmayyed karena merekan memasuki Lebanon secara tidak sah. "Orang yang ditahan tersebut kini diinterogasi di bawah pengawasan pihak kehakiman yang berwenang," kata militer Lebanon di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Sementara itu gerilyawan Suriah menewaskan 10 perempuan di Provinsi Hama di Suriah Tengah, Ahad, kata kantor berita resmi Suriah, SANA. Kelompok bersenjata melakukan pembunuhan di Kota Kecil Ma'an di pinggiran utara Hama, kata SANA. Ditambahkannya, gerilyawan tersebut menyerang kota kecil itu dan melakukan pembakaran, pembunuhan serta pengrusakan harta. Sementara itu, kelompok Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia --yang berpusat di Inggris-- menyatakan batalion garis keras tersebut menguasai Ma'an dan membunuh 25 orang dari masyarakat minoritas Alawi, cabang aliran Syiah yang juga menjadi elit di Suriah. Observatorium tersebut menyatakan prajurit pemerintah mengungsikan warga sipil dari desa itu sebelum serangan gerilyawan. Kebanyakan orang yang tewas adalah anggota paramiliter pro-pemerintah, Pasukan Pertahanan Nasional. Di Hama, 12 petempur Front An-Nusra --yang memiliki hubungan dengan Al Qaida-- juga tewas dalam bentrokan dengan prajurit pemerintah di beberapa bagian pedesaan. Konflik hampir tiga-tahun di Suriah telah berubah menjadi bentrokan sektarian belum lama ini; kelompok yang memiliki hubungan dengan Al Qaida baku-tembak dengan kelompok lain yang berusaha menggulingkan Pemerintah Presiden Bashar al-Assad untuk mendirikan Keamiran Islam. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
