Logo Header Antaranews Sumbar

Korban Sipil di Afghanistan Meningkat Saat Nato Tarik Pasukan

Sabtu, 8 Februari 2014 19:52 WIB
Image Print

Kabul, (Antara/AFP) - Jumlah warga tewas dan terluka di Afghanistan meningkat 14 persen pada tahun lalu, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Sabtu, saat pasukan NATO menarik diri setelah perang lebih dari satu dasawarsa. Sebanyak 8.615 korban sipil tercatat pada 2013, dengan 2.959tewas dan 5.656 terluka, kata Misi Bantuan PBB dalam laporan tahunan Afghanistan. Jumlah korban tewas hampir mencapai rekor tahun 2011, dengan UNAMA mengatakan bahwa warga sipil yang tewas atau terluka dalam baku tembak, pertempuran antara pemerintah dan pasukan pemberontak yang dipimpin Taliban menandai kecenderungan baru tahun lalu. UNAMA menempatkan data ini saat pengurangan operasi darat dan udara oleh pasukan NATO pimpinan AS ketika mereka menarik diri pada akhir tahun 2014. Pasukan Afghanistan telah mengambil peran meningkat dalam perang melawan Taliban pada saat koalisi ditarik keluar. Lebih dari 50.000 prajurit tempur yang dipimpin NATO yang masih berada di Afghanistan sebelum meninggalkan negara itu pada akhir tahun ini. Tahun lalu juga ditandai korban tertinggi untuk wanita dan anak-anak, dengan meningkat 36 persen pada wanita dan 34 persen pada jumlah korban anak-anak, menurut laporan tersebut menambahkan. Sebagian besar korban perempuan dan anak-anak disebabkan oleh "keterlibatan di lapangan" dan perangkat peledak rakitan (IED), senjata andalan Taliban. Peningkatan kematian, naik tujuh persen dari tahun 2012, dan korban luka-luka naik 17 persen kebalikan penurunan yang tercatat pada tahun sebelumnya. "Kecenderungan itu terbalik dibandingkan dengan apa yang kami katakan di sini tahun lalu," kata Jan Kubis, utusan PBB di Afghanistan kepada wartawan. "Pada tahun 2012, kami sangat senang untuk melaporkan penurunan." Korban tewas hampir sepadan dengan sosok puncak 3.133 yang tercatat pada 2011. Konflik telah menewaskan 14.064 warga sipil dalam lima tahun terakhir. UNAMA menjelaskan sebagian besar -74 persen- dari kematian dan cedera warga sipil disebabkan oleh "unsur anti-pemerintah" pimpinan Taliban. Jumlah warga tewas atau terluka dalam bakutembak selama pertempuran darat naik 43 persen pada tahun 2012, dengan 534 orang tewas dan 1.793 terluka. UNAMA mengatakan tren baru ini mencerminkan "mengubah dinamika konflik" pada saat NATO menyerahkan tugas keamanan kepada Afghanistan, menurut laporan tersebut. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026