
Saluran TV Penting Oposisi Rusia Terancam Ditutup

Moskow, (Antara/AFP) - Saluran penting televisi Rusia yang dikenal karena liputannya yang kritis terhadap Presiden Vladimir Putin, pada Selasa menghadapi kemungkinan penutupan setelah satu operator kabel penting mengatakan pihaknya akan menghentikan stasiun itu untuk beroperasi. Beberapa provider dalam hari-hari belakangan ini mencabut Internet dan jaringan kabel Dozhd (TV Rain) dari paket televisi mereka dalam satu usaha yang stasiun itu sebut satu kampanye intimidasi yang direkayasa negara. Pada Senin, provider satelit utama Tricolour TV mengatakan pihaknya akan mencabut jaringan itu mulai 10 Februari. Pemimpin redaksi Dozhd, Mikhail Zygar mengatakan tindakan itu mengancam eksistensi saluran itu. "Tricolour TV adalah operator terbesar," katanya kepada AFP. "Pencabutan itu adalah satu titik balik. Ini adalah satu garis merah yang sangat meyakinkan satu perang serius sedang dilakukan terhadap kami." Saluran itu, yang dikenal dengan liputan terincinya protes-protes pro-Uni Eropa di Ukraina dan wawancara dengan para pemimpin oposisi Rusia, telah mendapat tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa hari belakangan ini. Masalah-masalah dalam jaringan itu dimulai pekan lalu setelah melakukan jajak pendapat melalui telepon yang menanyakan para warga Rusia apakah Leningrad harus menyerah dalam Perang Dunia II demi menyelamatkan ratusan ribu nyawa yang berada dalam pengepungan. Jajak pendapat itu muncul malam menjelang ulang tahun ke70 pencabutan pengepungan atas Leningrad, salah satu dari dari halaman-halaman paling kelam dalam sejarah Rusia yang mengalami setidaknya 800.000 orang tewas akibat kelaparan. Dozhd segera meminta maaf dan mencabut jajak pendapat itu tetapi juru bicara Putin, Dmitry Peskov mengemukakan kepada stasiun itu pihaknya telah "melanggar semua larangan dari apa yang masih dapat ditoleransi." Para anggota senior parlemen menyerukan pejabat jaksa agung menyelidiki stasiun televisi itu atas kemungkinan ekstremisme. Regulator telkom pemerintah pekan lalu memperingatkan saluran itu bahwa mereka melanggar peraturan yang termasuk undang-undang yang bertujuan "mengabadikan kemenangan rakyat Sovyet dalam Perang Patriotik Besar tahun 1941-1945." (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
