Logo Header Antaranews Sumbar

Delegasi DPRI-RI Memulai Muhibah ke Mesir, Palestina

Selasa, 27 November 2012 18:05 WIB
Image Print

Kairo, (ANTARA) - Delegasi DPR-RI pimpinan Ketua Komisi I, Mahfoudz Siddiq tiba di Kairo pada Selasa (27/11) untuk memulai kunjungan muhibah ke Mesir dan Palestina guna memperkuat hubungan bilateral. Rombongan DPR-RI beranggotakan 18 orang termasuk wartawan beberapa media massa Indonesia, kata Staf Fungksi Protokol dan Konsuler KBRI Kairo, Ali Andika Wardhana kepada ANTARA Kairo, Selasa. Selama di Kairo, delegasi diagendakan bertemu dengan Ketua Majelis Syura (MPR) Mesir, Ahmed Fahmy dan Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil Al Arabi. Pada Rabu (28/11), delegasi akan menempuh perjalanan darat ke Jalur Gaza, Palestina untuk bertemu dengan Perdana Menteri Gerakan Islam Palestina (HAMAS) yang menguasai Gaza, Ismail Haniyeh dan kalangan pejabat terkait lainnya. Setelah dari Gaza, delegasi kembali lagi ke Kairo untuk meneruskan kunjungan muhibah serupa ke Amman, Yordania, dan Ramallah, Tepi Barat, Palestina. Saat berita ini dikirim pada Selasa siang waktu setempat, kondisi keamanan di kota Kairo cukup kondusif kendati terjadi unjuk rasa sejuta orang oleh oposisi di Bundaran Tahrir, ikon revolusi Mesir. Menjelang siang, sempat terjadi aksi lempar batu antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan di Jalan Qasrul Aini yang menghubungkan Bundaran Tahrir, namun diredakan dengan penembakan gas air mata. Bundaran Tahrir sendiri ditutup dan diduduki sejak Jumat lalu oleh oposisi penentang Dekrit Presiden Mohamed Moursi. Sementara itu, Ikhwanul Muslimin pendukung pemerintah Presiden Mohamed Moursi membatalkan seruan demo sejuta orang pada Selasa, bersamaan dengan unjuk rasa oposisi. "Pembatalan demo sejuta orang oleh Ikhwanul Muslimin pada Selasa ini untuk menghindari bentrokan antara kedua kubu berseberangan," kata Essam Al Arian, salah satu petinggi Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Ikhwanul Muslimin. Ikhwanul Muslimin sedianya berunjuk rasa sejuta orang di dekat Universitas Kairo, sekitar tiga kilometer dari Tahrir. Awalnya Ikhwanul Muslimin menetapkan unjuk rasa di depan Istana Al Abidin, dekat Bundaran Tahri, namun batal dan dipindahkan ke Universitas Kairo tersebut untuk menghindari bentrokan dengan pendukung lawan politik. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026